Semangat Belajar a la Pesantren

As usual, ada program pembelajaran bagi siswa di luar kelas. Bilamana kelas 9 melakukan perjalanan “Widya Wisata” ke luar kota, kelas 8 bakti sosial “Trip Observasi” ke desa-desa yang membutuhkan bantuan,  kelas 7 melakukan pembekalan ilmu rohani “Pesantren Kilat (Sanlat)”.  dan karena aku diamanahkan menjadi wali kelas 7, maka aku ikut Sanlat bersama siswa.

Sejak beberapa hari sebelum keberangkatan, semua siswa terlihat senang sekali. Wajar… mereka akan merasakan pembelajaran yang berbeda, tidak dalam kelas, sambil jalan-jalan, meskipun konsekwensinya harus “berpisah” dengan orang tua.   Tidak masalah bagi siswa kelas 8 dan 9, tapi  biasanya beberapa siswa kelas 7 sering ada yang homesick  saat malam, rindu orang tuanya….🙂

Trip Observasi dan Sanlat berlangsung sejak hari Rabu (31/8/2016) sampai (1/9/2016). Sedangkan Widya Wisata berangkat di hari yang sama namun lebih lama karena tujuannya cukup jauh di Yogyakarta, rencana sampai di Jakarta kembali hari Sabtu (3/9/2016).

sanlat bisBerangkat dari sekolah pukul 07.15. Sebelumnya, semua siswa kelas 7 dan 8 dikumpulkan di aula untuk mendapat pengarahan dan wejangan dari Kepala Sekolah. Setelah ditutup dengan doa bersama, semua siswa turun dan masuk ke dalam bis masing-masing. Kelasku mendapat Bis 1. The children look so excited… alhamdulillah….bis sanlat

Lokasi Sanlat di Villa Alamanda, Cilember, Puncak. Sebuah villa yang sangat nyaman dan menyenangkan karena selaian dilengkapi banyak kamar dan tempat tidurnya, juga ada faslitas lapangan basket, kolam renang, dan meja bilyar. Villanya sendiri ada 2 bagian, bangunan villa utama yang diperuntukkan siswa putri dan guru-guru perempuan. Sedangakan bangunan satunya lagi khusus dari kayu yang diperuntukkan   siswa putra dan guru-guru laki-laki. Aula tempat berkumpul  terletak di atas ruang makan dan meeting, sayap kanan pintu utama. Sayap kirinya adalah kamar-kamar yang juga memiliki lantai atas yang di belakangnya ada tempat parkir dan kolam renang serta pendopo.sanlat 32aku sanlatkolam renang sanlatsanlat villasanlat 33

Setelah pembagian kamar, semua siswa dan guru berkumpul di aula. Ada sambutan dari pimpinan sekolah sekaligus pengarahan tentang tata tertib dan acara-acara selama Sanlat berlangsung. Agar lebih efektif, siswa dibagi menjadi 6 kelompok  belajar. masing-masing kelompok dibimbing oleh 2 orang guru. Materi yang berbeda namun intinya sama, tentang ilmu agama. Aku bersama Bu Mumun, guru Agama, mendapat amanah mengajarkan tentang Al Qur’an as the Way of Life. sanlat 29sanlat 30

sanlat 25sanlat 26sanlat 28sanlat 27Pembelajaran dimulai setelah semua peserta makan siang dan shalat dzuhur. Khusus untuk materi praktek shalat, kelompok siswa harus tetap berada di dalam aula. Sedangkan kelompok lainnya yang menerima materi berbeda, diadakan di sekitar villa. Setelah shalat ashar, mereka diijinkan untuk menikmati fasilitas yang ada. Berenang, bermain basket, bilyar, atau sekedar jalan-jalan. Saat pembelajaran berlangsung, hp dikumpulkan kepada wali kelas. Khawatir tidak konsentrasi….  Malam hari pembelajaran dimulai setelah shalat isya. Antara maghrib dan isya, semua peserta mengaji dan makan malam. Ada pun pembelajaran setelah isya adalah siswa dilatih untuk membuat kultum.

sanlat 21sanlat 20sanlat 19Di hari kedua pun sama. Siswa bersama guru mulai aktifitas pagi dengan olah raga, sarapan, dan mandi. Setelah itu, pembelajaran secara kelompok dilanjutkan. Bedanya jika di hari pertama diadakan di luar ruangan, kini semuanya diadakan di aula dengan waktu yang lebih singkat. sanlat 13sanlat 16sanlat 17sanlat 8

Menjelang shalat dzuhur pembelajaran selesai dan setelah shalat dzuhur ada pembagian paket sembako yang diberikan secara simbolis kepada beberapa orang perwakilan penduduk sekitar villa. Terakhir, acara penutupan. sanlat 11sanlat 2sanlat 10

2 malam 1 hari Sanlat berlangsung. Ada kejadian yang menggelikan saat subuh. Setelah shalat berjamaah dan salah seorang guru, Pak Yatim memberikan kultum satu per satu siswa tumbang dan langsung terlelap tidur. Bagaimana tidak ngantuk, semalaman banyak yang begadang…  Aku dan Bu Novi, rekan yang juga menjadi wali kelas sampai lelah untuk mengingatkan mereka tidur. Tengah malam pun masih terdengar suara ngobrol. Alhasil, saat pukul 03.00 mereka harus bangun untuk shalat tahajjud, susah bangun….

Pada umumnya Sanlat bisa berlangsung dengan baik. Harapan para guru tentulah ilmu-ilmu yang sudah disampaikan kepada para siswa selama Sanlat akan bermanfaat dan diamalkan, aamiin… bye sanlatwith Wulan & Rachfi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s