Miss You, Smiling Face…

aku wisudaTahun 2010 aku kehilangan sahabat terbaik, Omar Rizqi. Almarhum adalah seorang yang sangat baik dan selalu tulus untuk membantuku. Being with him sejak kami masih kuliah sampai sudah sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing. 1 hal yang paling membuatku kagum darinya, almarhum memberangkatkan kedua orang tuanya haji dari gajinya sebagai lawyer. Subhanallah….

Kebaikan seorang Omar sebetulnya bukan hanya kepadaku saja, namun juga kepada teman-teman lain. Bahkan saat menjadi objek ledekan teman-teman, almarhum hanya  tersenyum dan  tersenyum… Rajin mengucapkan “selamat ulang tahun” kepada tiap dari kami.  Rajin menjaga silaturahmi… sehingga setiap moment kebersamaan ada sosoknya.

Aku tidak akan pernah lupa hari dimana aku ditelpon oleh sahabatku yang lain, Ira, mengabarkan kepergiannya. No way! Aku tidak percaya!!… Membantah karena tidak mau percaya bahkan aku mempengaruhi Ira dengan mengatakan bahwa kemungkinan ayahnya yang kutahu memang sakit-sakitan karena beliau sudah tua… namun akhirnya “harus” percaya saat Ira menelpon lagi setelah dia mencari kepastian dari teman-teman lain.  Shock! Lemas… mencoba kuat saat berdiri di depan kelas. Tugas mengajar tetap kujalankan dan baru ke rumah almarhum setelah jam sekolah selesai. Sepanjang jalan kukuatkan diri dengan terus berzikir… dan baru lenyap kekuatanku dan pecah tangisku saat bertemu dengan ibu almarhum. Sambil bersimpuh di hadapan ibunya yang duduk di kursi, aku bertanya dalam tangis kepada sang ibunda, “Oki kenapa, bu?”  Sediiih… terlebih aku tidak sempat melihat jasad almarhum untuk terakhir kalinya karena terlambat hadir untuk mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhir.

Menurut sang ibunda, almarhum hanya panas tinggi, demam selama 3 hari lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. Dokter di sana tidak bisa mendeteksi penyakitnya, lalu dirujuk ke rumah sakit besar Persahabatan. Baru 1 malam, diambil darah, namun saat hasil laboratorium keluar… almarhum sudah berpulang ke rahmatullah. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…. 

Omar… kami kehilanganmu… aku kehilanganmu… sangat kehilanganmu…. Tidak ada yang sempat menjengukmu karena tidak ada yang tahu kamu sakit. Allah betul-betul sayang padamu sehingga tidak dibiarkan kamu  menderita sakit lama. Panas tinggi,  demam… sama seperti penyakit yang dialami Rasulullah SAW menjelang ajalnya tiba. Dan anugerah Allah lagi untukmu, kamu meninggal dunia di hari Jumat. Masya Allah… jaminan syurga untukmu, sahabat…  semoga suatu hari kelak kita akan bertemu  dan berkumpul bersama lagi di tempatNya yang terindah, syurga firdaus, aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s