Guru Masa Kini, Guru Sertifikasi?

10 tahun tak terasa aku berkecimpung dalam dunia pendidikan. Masih belum ada apa-apanya dan belum menjadi siapa-siapa… jika diibaratkan manusia, masih termasuk anak kecil, anak SD. Tapi aku betul-betul menikmati bekerja dalam dunia pendidikan bahkan selalu bersyukur diberikan Allah takdir menjadi seorang guru. Insya Allah punya “bekal” untuk di hari akhir kelak, aamiin...

Dari tahun pertama aku menjadi guru, sudah ada yang namanya “sertifikasi”. Bahkan ada guru yang lebih senior dari aku memakai perangkat administrasiku untuk kepentingannya menerima sertifikasi. Waktu itu, masih dengan cara portofolio. Alasannya, pelajaran yang diajarkan temanku itu tidak diakui oleh diknas dan mau tidak mau mencari pelajaran lain yang “kebetulan”  gurunya belum cukup waktu untuk sertifikasi. It’s me!!  Membuatku bingung… aku yang tiap hari memberi ilmu sesuai dengan RPP buatanku sendiri tapi tanda jasa dari pemerintah dinikmati oleh orang lain, bertahun-tahun… sampai aku tidak berada di sekolah itu lagi. Tapiii… yah sudahlah, aku pikir lebih baik diam saja. Toh jika ada kezaliman itu bukan aku yang melakukannya, justru orang lain terhadapku. Aku yakin bahwa rizqiku pasti ada dan tidak harus bergantung pada sertifikasi! Dan alhamdulillah… itu terbukti!!…

Tidak menerima sertifikasi membuat aku semakin ingin selalu belajar. Ikut pelatihan atau workshop, kalau ada kesempatan dan sikon mendukung, aku berusaha ikut!  Sering merasa miris melihat teman-teman yang sudah menerima sertifikasi tapi malas belajar termasuk belajar komputer atau IT. Ada beberapa teman berkata padaku, “saya mah sudah tua… ibu saja yang masih muda belajar” Loh, kok??… Ditambah lagi jika aku dengar rizqi sertifikasi digunakan untuk makan-makan dan belanja yang tidak ada hubungannya dengan profesi.  Hemmm….

Yang menyedihkan, saat yayasan memberikan peraturan bahwa tidak boleh ada guru yang menambah jam di luar sekolah, banyak teman yang “marah” Ada yang berucap sesuatu yang tidak mencerminkan dia seorang guru, bahkan menjadi malas mengajar.  Astagfirullah…

Alhamdulillah... Allah masih menjagaku untuk selalu “sadar’ atas amanah dan tetap “bersyukur” atas apa yang sudah kuterima sampai saat ini. Begitu banyak rizqi yang sudah Allah berikan tanpa melalui sertifikasi. Waktu aku memutuskan untuk menjadi guru bukan karena demi sertifikasi… kalau pun suatu hari nanti aku mendapatkannya, itu takdir… tambahan rizqi dariNya…   Allah pasti lebih tau kebutuhanku, dengan caraNya yang terbaik  untukku, aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s