Ujian Yang Kusyukuri

Terkadang manusia diberikan kesedihan atau kepahitan dalam hidupnya. Karena itulah hidup… tidak mungkin selalu tertawa, pasti ada kalanya menangis… Tidak mungkin selalu di atas, pasti ada kalanya di bawah… Sebagaimana  Sang Pemilik Alam menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, yang semuanya berjalan sebagaimana mestinya, sesuai dengan aturanNya.

Tiga hari merasakan badan ini nyeri sehingga sulit untuk digerakkan. Bilamana harus pergi ke kamar kecil, butuh sekali perjuangan. Karena selain rasa nyeri yang terasa, juga lemas saat kaki ini melangkah.

Maha Kuasa Allah yang menggerakan hati seseorang yang biasa sebagai cleaning service di sekolah untuk datang ke rumahku di Minggu kemarin. Alhamdulillah… pertolongan tiba. Ia membantu membersihkan rumah sekaligus mengurut badanku. Kebetulan ia memiliki ilmu urut yang dipelajarinya dari mertuanya. Aku diurutnya mulai dari tengkuk sampai kaki. Langsung hilang nyeriku? Belum… hanya berkurang. Masalah baru muncul yaitu mual. Mungkin karena sejak Sabtunya aku sudah tidak selera makan sehingga perut kosong. Jangankan mencium bau bumbu masakan, melihat acara kuliner yang biasanya aku suka di tiap Minggu pagi, membuatku mual. Apalagi jika dihidangkan di depan mata…. Bisa betul-betul muntah!

Memaksakan diri untuk makan sepotong kue demi tenaga. Bahkan setelah selesai diurut, aku minum tolak angin yang dicampur air 1 gelas. Terasa pedas dan pahit di bibir. Namanya obat… tidak ada yang enak… aku hanya yakin, ini semua ujian Allah yang harus kusikapi dengan sabar dan ikhlas.

Ujian Allah memang tidak mungkin tidak ada pada setiap manusia. Ada ujian kesenangan, ada ujian kesedihan. Ada tawa, ada tangis… Teringat ada banyak hikmah di balik musibah sakit bagi seorang mukmin. Antara lain saat aku mengingat hadist, antara lain:

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa lelah atau penyakit, risau pikiran atau sedih hati, sampai pun jika terkena duri melainkan semua penderitaan itu akan dijadikan penebus dosanya oleh Allah”  (HR Bukhari-Muslim)

“Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya sebagaimana pohon menggugurkan dedaunannya”  (HR Bukhari- Muslim)

“Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum pasti Dia akan menguji mereka. Maka siapa yang ridho terhadapnya maka baginya keridhoan Allah dan barangsiapa yang marah terhadapnya maka baginya kemurkaan Allah”  (HR Al-Tirmidzi & Ibnu Majah)

Bahkan… “Orang-orang yang sehat saat melihat pahala yang diberikan pada orang yang banyak dapat musibah, nanti di hari kiamat berkeinginan jika saja kulit-kulit mereka dipotong dengan gunting saat di dunia.”  (HR Al-Tirmidzi)

Jadiii… ikhlas kuterima semua ujian sakit ini dan kusyukuri karena yakin ini terjadi sebagai tanda kasih sayang Allah padaku. Mudah-mudahan bisa menjadi penggugur dosa, aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s