Mengenang 2015

Mungkin tulisan ini sudah terlambat namun aku memang baru ingin menulisnya saat ini. Di hari keempat setelah tahun yang baru, 2016, aku merasa sangat bersyukur atas perjalanan hidup yang aku alami di tahun lalu, 2015.

Rizqi terindah dari Allah SWT di tahun 2015 adalah aku diundang ke Baitullah untuk melakukan ibadah umroh selama 9 hari. Subhanallah… Alhamdulillah… Allahu Akbar…. Mimpi yang kupikir sulit menjadi kenyataan ternyata justru terjadi tanpa diduga! Minggu akhir Februari aku diberitahu mendapatkan rizqi itu, Maret mulai pengurusan administrasi lalu tanggal 18 April 2015 aku berangkat ke tanah suci. Sendiri. Tanpa sanak saudara yang mengiringi ke bandara. Cukup dengan memesan taxi langganan pada pkl 21.30 ke airport Soeta Cengkareng. Tidak ada rasa takut kecuali haru dan bahagia atas undangan Allah SWT.  So excited…

Ujian selalu ada selama hayat dikandung badan.  Sesampainya di tanah suci, di hari pertama,  aku mengalami hal yang sangat menguji kesabaranku.  “Terlempar” dari rombongan saat thawaf karena panik melihat teman kamar yang megap-megap kehabisan nafas hampir pingsan. Bingung saat disuruh petugas ke tempat lain yang ternyata itu tempat sa’i. Tidak tahu jalan keluar Masjidil Haram …  menghubungi ustadz tapi tidak diterima karena mungkin nomorku yang sudah berganti dengan nomor Saudi (kuganti langsung saat sampai di bandara Jeddah).  It’s unforgettable moment…around beuatiful pigeons- 1

Aku di Hari GuruDi tahun yang sama, aku pun mengalami peningkatan karier di sekolah. Bersyukur atas kepercayaan pemimpin yang sudah memilihku untuk mendapatkan jenjang karier yang lebih tinggi. Alhamdulillah….

Juga adanya beberapa kali kesempatan for spending time with my college friends. I have a lots of times with them. Didasari oleh niat untuk melakukan banyak kegiatan menjelang reuni perak tahun depan sehingga silaturrahim terus terjaga yang pada akhirnya menumbuhkan rasa persaudaraan dan menambah keakraban. Alhamdulillah… Depan Keraton Cirebon

Namun tentunya tidak semua hal-hal indah terjadi. Dunia bukan surga. Ada bentuk ujian lain padaku, baik itu melalui sesama rekan kerja yang rajin mencela maupun dari hal lainnya. Kucoba tetap tenang karena kuyakini diam adalah sikap terbaik. Dalam al Qur’an sudah disebutkan bahwa tiap perbuatan akan kembali kepada pelakunya dan menunjukkan kondisi qalbunya sendiri.

Aku pribadi menyadari bahwa diri ini masih penuh kekurangan. Khilaf dan salah tak pernah luput setiap hari. Berharap semoga aku dapat terus memperbaiki diri untuk menjadi hambaNya yang lebih taqwa dan tidak pernah berhenti untuk belajar.

Allah sudah mengatur semuanya dengan sempurna. Masya Allah…. terima kasih ya, Allah…  Selamat tinggal 2015, tahun yang penuh kenangan… Kusambut 2016 dengan penuh tekad bahwa harus kuisi dengan hal-hal yang lebih baik lagi dan bermanfaat bagi lebih banyak orang, Insya Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s