Merenungi Musibah Di Tanah Suci

Suatu berita yang sangat mengejutkan dari tanah suci, Mekkah. Adanya angin yang sangat kencang dan hujan yang sangat besar mengguyur kota Mekkah menimbulkan alat berat di sekitar Masjidil Haram tumbang dan mengenai jamaah yang sedang thawaf. Allahu Akbar…  Kekuasaan Allah yang dahsyat diperlihatkan dan tak ada seorang manusia pun yang mampu menahan. Juga pastinya tak ada seorang manusia pun yang menyangka akan terjadi hal tersebut di tanah suci dekat bangunan suci. Korban tak ayal lagi, mulai dari yang terluka hingga meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un… At least 107 people died and more than 2230 people were injured when a crane collapsed in the Muslim holy city of Mecca in Saudi Arabia. (BBC News). Terlihat dari gambar bahwa beberapa jenasah dan darah menggenangi lantai Masjidil Haram dan tentunya, kerusakan bangunannya.IMG-20150912-WA0012

Sebelum terjadi musibah tersebut, negara Saudi dan sekitarnya memang sedang mengalami cuaca ekstrem. Shortly before the crash, the city had been hit by unusually high levels of rainfall and winds of up to 83 kph/ 50 mph (BBC News) Sehari sebelumnya, Kamis (10/9/2015) ada badai pasir yang menimbulkan pesawat Garuda tujuan Jeddah terpaksa mendarat di Madinah. Para penumpang dan awak pesawat harus menunggu sekitar 1 jam untuk bisa terbang lagi ke Jeddah, yang mana rombongan jamaah tersebut akan melanjutkan perjalanan ke kota suci, Mekkah.ka'bah

There is always a blessing behind… pastilah di balik setiap kejadian ada hikmah besar dari Allah kepada kita.  Adanya peringatan dari Allah SWT tentang kebesaran dan kuasaNya untuk mengatur semua kejadian, juga hendaknya kita yang sering lalai akan ajal dan sering menyia-nyiakan umur harus selalu ingat bahwa di mana pun dan kapan pun ajal kita menjemput. “Tidaklah sekali-kali dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan sudah ditetapkan dalam Kitab (Lauh Mahfuzh)” (Q.S. Fathir 35:11)

Para jamaah yang ditakdirkan menemui ajalnya di saat musibah terjadi sebetulnya diberikan ni’mat oleh Allah Sang Maha Pengasih dan Penyayang.  Mengapa? Selain mereka wafat di Baitullah al Haram, dalam safar ibadah haji dan di bulan haraam yang dimuliakan Allah, serta di hari Jumat yang penuh berkah, mereka juga dalam kondisi bermunajat, dan dalam kondisi sedang ihram. Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah (kepada Allah)” Dan Insya Allah, mereka semua adalah syuhada yang jaminannya Syurga.

Ajal… umur… waktu… Waktu adalah sesuatu yang terpenting untuk diperhatikan. Jika ia berlalu tak akan mungkin kembali. Setiap hari dari waktu kita berlalu, berarti ajal semakin dekat. Umur merupakan nikmat yang seseorang akan ditanya tentangnya. Rasulullah SAW bersabda  “Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” (HR. At-Tirmidzi).

Semoga kita senantiasa dapat memanfaatkan sisa umur kita yang tersisa dengan berbagai kebaikan, sehingga di mana pun dan kapan pun ajal menjemput, kita sudah siap bertemu dengan pemilik diri kita yang Haq dengan “bekal” yang lengkap, aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s