Selamat Teruntuk Murid Kecilku

Jumat pertama di bulan suci Ramadhan (26/6/2015)  adalah hari yang cukup bersejarah bagi murid-murid kecilku di SD al Muslim Bekasi. Graduation Day…   dan karena bertepatan dengan puasa maka pelaksanaan wisuda mereka setelah ashar.

Murid-murid yang diwisuda tahun ini adalah murid-muridku saat empat tahun lalu aku menjadi wali kelas 2 Fatimah. Kepindahanku ke tempat yang baru tidak membuat hubungan kami terputus.  Alhamdulillah, silaturahmi tetap terjaga dengan beberapa murid kecilku…. Salah satu diantaranya adalah Zahra, si kecil cantik yang sudah mulai beranjak remaja sekarang.  Teringat di hari-hari dulu aku menjadi “ibunya” betapa manjanya dan sering nangis jika ada teman laki-laki yang mengganggu atau merasa ada kesulitan di pelajaran, terutama pelajaran Qira’ati (mengaji). Kondisi ayahnya yang sudah tiada dan ibunya yang sibuk membagi perhatian dengan dua adik kecilnya membuat Zahra sangat “lengket” padaku. Aku bahkan pernah menemaninya ke dokter karena ibunya sedang mengurusi salah satu adiknya yang juga sakit. Juga pernah tidur menginap di rumahku di suatu malam minggu. Namun kedekatan kami bukan berarti aku mudah memberi bocoran saat ulangan.  Aku harus adil pada semua murid karena aku yakin Allah SWT menilaiku dan akan meminta pertangggung jawabanku di hari akhir nanti.

Saat aku memutuskan pindah, salah satu hal yang membuatku sedih adalah perpisahan dengan murid-murid kecilku, terutama Zahra. She’s more than my student… Namun aku yakin, Allah akan tetap menjaga hubungan kami sampai kapan pun, terutama menjaga murid kecilku itu dalam menjalani ujian kehidupan. 

Sangat disayangkan,  kedatanganku saat murid-muridku diwisuda justru setelah acara selesai. Aku tidak bisa ijin dari tempat kerjaku karena ada raker yang baru berakhir pukul 14.00. Perjalanan Jakarta Bekasi tidak bisa sebentar, minimal 1,5 jam jika jalan betul-betul kosong dan lancar.  Berusaha bisa sampai pukul 17.00 ternyata tidak bisa karena kondisi di sebagian jalan macet. Alhasil, saat aku sampai, aku melihat kebanyakan wisudawan dan keluarga sudah beranjak pulang. Beberapa orang yang melihatku, teman-teman maupun orang tua dan murid-murid langsung menghampiriku dan menyapaku. Murid istimewaku, Zahra bersama ibu dan adik-adiknya, menungguku di kantin.

Silaturahim adalah menyenangkanku, baik itu bersama teman-teman lama maupun orang tua dan murid-murid. Tidak lama saling menyapa, adzan maghrib yang membuat kami berbuka puasa bersama. Alhamdulillah… Bilamana orang lain setelah berbuka langsung pulang, Zahra dan keluarganya setia bersamaku. Meskipun tidak lama, kami masih menyempatkan diri untuk berbincang. Ternyata murid kecilku sekarang sudah diterima di pesantren yang kebetulan dekat rumahnya. Ia sebetulnya masih belum liburan namun bisa minta ijin untuk keluar. Adiknya yang terkecil sudah masuk SD dan yang kedua sudah kelas 4.  Subhanallah…

Setelah shalat maghrib kami pun memutuskan untuk pulang. Aku diantar oleh salah seorang teman guru ke rumah salah seorang sahabat kuliahku. Saat Zahra mengecup tanganku, kupeluk bangga dirinya sambil mendoakan  “Semoga Allah selalu memberkahimu dan memberimu kemudahan meraih cita-cita, aamiin….”  at graduation with ZahraZahra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s