Sederhana Namun Bermakna

Naik angkutan umum untuk beraktifitas adalah rutinitasku setiap hari. Berangkat kerja, terutama… karena pada waktu pulangnya, sering aku bersama teman. Dan aku menikmati tiap moment di dalam kendaraan umum. Seperti pagi ini… ketika aku berangkat sekolah dan di depanku duduk 2 siswa sekolah negeri di daerah Pondok Pinang, mengenakan seragam pramuka, seorang siswa kelas 7 dan seorang siswi kelas 9.

Percakapan diawali oleh siswi kelas 9 :  ” Kamu kelas 7 kan? Masuk buat ngembali’in buku?”

Dijawab oleh siswa kelas 7 : ” Gak. Mau ada yang ditanya ke bu guru.”

“Oooh…” siswi  menyahut sambil mengangguk-anggukan kepala.

Melihat hal itu, aku pun menyimpulkan bahwa siswa kelas 7 itu tidak memiliki telpon/ ponsel  atau tidak mengetahui nomor telpon / ponsel  gurunya. Sangat kontras sekali kondisinya dengan para siswa siswi di sekolahku. Tiap siswa atau siswi pasti memiliki ponsel, bahkan beberapa dari mereka memiliki lebih dari 1 ponsel.  Ada peraturan bahwa tiap pagi sebelum KBM dimulai, ponsel harus dikumpulkan di tiap wali kelas. Namun terkadang ada siswa / siswi yang “cerdik” karena hanya mengumpulkan 1 ponselnya namun tenyata dalam tasnya masih ada dan menjadi masalah jika hilang!  Tentu saja itu menjadi resikonya…

Ada hal yang menurutku “cukup terasa” ketika suatu ponsel membuat seorang anak tidak membutuhkan pertemuan dengan gurunya, komunikasi tanpa perlu tatap muka sehingga nilai silaturahimnya kurang. Sebaliknya, seorang anak yang tidak memiliki ponsel akan lebih tergantung pada orang lain, yang dalam hal ini guru saat berkaitan dengan urusan-urusan sekolah.

Intinya komunikasi antara siswa dan guru harus tetap terjalin baik , apa pun kondisinya. Ditambah lagi orang tua yang harus ada peranannya dalam urusan sekolah seorang anak. Telpon / ponsel sebagai ciri dari jaman yang modern hanyalah sarana prasarana yang bisa menjadi pelengkap suatu komunikasi.  Dan seyogyanya diri kita ini sadar bahwa  jangan sampai kita sangat ketergantungan pada produk canggih hasil buatan manusia ketimbang mengamalkan nilai-nilai yang telah ditanamkan jelas oleh agama yakni menjaga silaturahim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s