Saat Berziarah di Jabal Nur dan Jabal Magnet

Ibadah umroh bukan hanya melakukan thawaf, sa’i, dan tahallul saja di Makkah Al-Mukaramah. Namun dilengkapi juga dengan melakukan perjalanan atau ziarah ke beberapa tempat penting. Dua diantaranya adalah Jabal Nur dan Jabal Magnet.

jabal Nur Makkahwith Teh Syasa onlyJabal Nur atau mungkin jika diartikan “Gunung Cahaya” merupakan tempat di mana Rasulullah SAW pertama kali mendapat wahyu dari Allah SWT. Letaknya sekitar 7 km dari Masjidil Haram. Tempat yang tandus penuh bebatuan bahkan gunungnya pun berasal dari batu dan teriknya matahari langsung terasa ke wajahku. So I can’t leave the glasses… Menurut sejarah, saat itu Nabi Muhammad sedang berada dalam Gua Hira dan Gua Hira adalah salah satu gua yang berada di Jabal Nur. Sayangnya karena kondisi medan yang sulit, kami tidak bisa mendekati Gua Hira, cukup melihatnya dari kejauhan. Letak Gua Hira 4 meter dari atas puncak gunung yang memiliki panjang sekitar 3,5 meter dan lebar 1,5 meter.

Turunnya wahyu  Allah ke Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril merupakan titik awal cahaya Islam yang tetap bersinar hingga kini. Tidak heran, Jabal Nur tidak pernah sepi dari kunjungan jemaah haji maupun jemaah umroh seperti kami. “Terima kasih Ya Allah… atas kesempatan yang Kau berikan pada hambaMu ini untuk mengenal tempat bersejarah seperti Jabal Nur…”

jabal magnet MadinahSedangkan satu tempat lagi yang bernama Jabal Magnet yang berada di kota Madinah Al-Munawarah. Disebut juga  “Gunung Magnet”  karena memang di sana ada keajaiban bahwa kendaraan bisa bergerak sendiri ke arah berlawanan (mundur) bahkan mendaki tanjakan. Saat kami pulang meninggalkan Jabal Magnet, kata supir bis, ia tidak menginjak gas sama sekali dan kendaraan bisa melaju dengan kecepatan sampai 120 km per jam. Pengaruh magnet terasa saat bis melaju dari bendungan air yang letaknya tak jauh dari putaran Jabal Magnet sampai bukit menuju persimpangan kota Madinah.

Sepanjang jalan pemandangan alamnya  adalah hamparan perkebunan kurma, bukit berbatuan yang terhampar, dan sebuah danau buatan. Kata mutowwif atau pemandu perjalanan kami, lokasi sepanjang menuju ke Jabal Magnet akan dipenuhi oleh keluarga-keluarga Arab untuk menikmati libur akhir pekan di sana.  Akhir pekan bangsa Arab adalah malam jumat, bukan malam minggu .

at Jabbal Magnet with Bu Mukti,, Bu Narti & her husbandjabal magnet - untaDi Jabal Magnet, banyak terdapat hewan unta. Bahkan jika kami ingin minum susu unta pun, dibolehkan. Sayangnya aku kurang tertarik minum susu… Jadi hanya melihat saja beberapa orang yang meminumnya. Memandang unta sambil sesekali mengusap bulunya… terasa kasar. Saat aku menatap matanya, lucu ….seperti mengajak kita berdialog. Kuucapkan saja salam, mungkin saja ia akan membalasnya dengan bahasanya sendiri. 1 hal yang aku yakin, semua mahluk termasuk tumbuhan dan hewan bertasbih pada Allah, Sang Maha Pencipta.

Kesamaan antara Jabal Nur dan Jabal Magnet adalah bentuk gunungnya yang berupa bukit bebatuan yang gersang. Subhanallah… begitu beragamnya bentuk gunung-gunung di permukaan bumi ini yang pastilah masing- masing terdapat kelebihannya. three women at Jabbal Magnetat Jabbal Magnet with friends jamaah from Jakarta Sebagai tempat yang sudah menjadi daya tarik sendiri bagi banyak orang dari berbagai belahan dunia, termasuk aku. “Terima kasih Ya Allah… atas kesempatan yang Kau berikan padaku untuk bisa mengenal Jabal Magnet….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s