Amanah Yang Disia-siakan

Mendengar berita adanya pasangan suami isteri yang menelantarkan anak-anak kandungnya di daerah Cibubur beberapa hari lalu membuat siapa pun pasti geram. Kog tega ya?? Terlebih si ayah ternyata berprofesi sebagai dosen yang artinya ia memiliki kemampuan intelektual yang tinggi.  Sayang… tidak disertai oleh agama dan moral dalam dirinya maupun isterinya.

Berita yang menyusul berkaitan dengan pasangan suami isteri tersebut adalah aparat kepolisian menemukan paket sabu di rumah mereka. Ooh… pantaslah jika demikian. Otak yang sudah diracuni oleh sabu maka membuat mereka melakukan hal yang diluar kemanusiaan dan kewajaran. Salah seorang anaknya  ada yang diharuskan tidur di luar rumah sehingga si anak tersebut terpaksa tidur  di pos satpam atau tetangga. Innalillahi…

Sebetulnya kejadian orang tua menelantarkan anak bukanlah hal baru. Yang selalu tidak habis pikir “kenapa itu bisa terjadi?” Anak adalah amanah atau titipan Allah SWT, Sang Pencipta Mahluk dan Penggenggam Jiwa… Mendidik anak bukanlah hal mudah namun juga tidak benar jika disertai kekerasan. Jika anak berbuat kesalahan, alangkah baiknya jika tidak langsung dibentak atau dikasari, lewat cacian maupun cubitan. Terlebih jika anak disuruh keluar dari rumah sampai anak tidak bisa tidur di tempat yang aman dan nyaman. Belum lagi, jika anak tersebut lapar, haruskah ia mengemis atau minta belas kasihan tetangga?

Kekerasan bukanlah jalan keluar terbaik saat kita menghadapi masalah. Terlebih jika hal tersebut menyangkut anak. Bagaimana dengan perkembangan jiwanya? Pastilah akan ada trauma dan perilaku yang menyimpang karena pengaruh psikologisnya. Bisa saja si anak itu menjadi pribadi yang minder,  tidak percaya diri, penakut, atau bahkan kasar dan melakukan kekerasan juga pada teman-temannya. Ditambah lagi jika anak salah memilih teman bergaul… sempurnalah anak tersebut menjadi anak yang disia-siakan.

Anak yang berlatar belakang punya masalah dalam keluarganya akan berdampak besar pada pribadinya di sekolah.  Guru jaman sekarang bukan hanya memberikan ilmu kepada murid, namun menjadi “penitipan anak.” Please deh… para orang tua… sadarilah bahwa anak adalah amanah yang tidak boleh disia-siakan. Siapkah saat dimintai pertanggung jawaban di akherat nanti??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s