Kesuksesan Murid, Kebahagiaan Guru

Nada dalam ponselku berbunyi pertanda ada pesan masuk. Sambil berbaring bersiap untuk tidur, kulirik jam weker di atas meja. Pukul 21.45. Kulirik juga pesan dari ponsel. Ternyata dari salah satu orang tua murid di sekolah lama. Beliau memang rajin menjalin silaturahim denganku meskipun aku kini tidak mengajar anaknya lagi.

Kemarin Faiz ikut lomba kaligrafi di SD Negri. Alhamdulillah juara 1. Dia senang banget. Jadi nambah kayaknya percaya dirinya..

Aku tersenyum dan ikut mengucapkan syukur, baik dalam hati maupun pesan balasan kepada beliau, Mama Faiz.

Alhamdulillah… ikut bangga dan senang… Faiz is my amazing student…

Subhanallah… makasih bu… Mei lomba lagi tingkat kabupaten. Mohon doanya, mudah-mudahan hasilnya terbaik lagi…

Dari lubuk hati yang paling dalam, aku selalu bersyukur bahwa aku pernah dititipi amanah murid yang luar biasa seperti Faiz tersebut. Teringat di tahun terakhir aku di sekolah lama,  suatu kejadian “luar biasa” pernah kami alami saat akan diadakannya Lomba Calistung. Aku yang sudah membimbing Faiz berhari-hari bersama muridku yang lain, Afnan, ternyata harus menerima pil pahit. 2 hari sebelum Hari H, partnerku di kelas tiba-tiba menyatakan keberatan Faiz ikut dan menyodorkan nama lain karena dianggap murid lain itu lebih menguasai Matematika daripada Faiz. Aku shock! Aku pun tidak tega untuk menyampaikan pada Faiz. Aku protes karena selama 1,5 bulan membimbingnya, bahkan dengan materi 1 tingkat di atasnya, Faiz (bersama Afnan) mampu menguasainya. Faiz di mataku punya potensi, baik dalam menulis, membaca, maupun berhitung.  Partnerku tetap bersikeras bahwa keputusannya itu didukung oleh semua rekan 1 level. Innalillahi…

Allah Maha Tahu apa yang terjadi… kejadian yang sangat tidak mengenakkan itu tidak membuat Faiz “marah” padaku. Hubunganku dengannya maupun orang tuanya tetap baik, bahkan tidak berubah meskipun kami sudah berjauhan. “Jauh di mata tetap di hati” itulah yang terjadi….

Aku yakin, suatu hari kelak muridku Faiz ini akan menjadi “orang besar” dan Insya Allah tetap sholeh. Sebagai seorang guru, tidak ada kebahagiaan selain melihat kesuksesan murid. Semoga tercapai cita-citamu dan menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang banyak ya Nak,  aamiin…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s