Sudahkah Anak Dibekali Iman dan Ilmu?

Banyak cara untuk menjaga hubungan baik dengan teman-teman lama jaman sekarang. Salah satunya adalah melalui What’s Up (WA). Kemarin siang aku membaca kiriiman tulisan di group teman-teman kuliah… tentang parenting bersama Elly Risman dengan tema “Demotivated”  Rupanya banyak remaja sekarang yang memilih solusi permasalahan dengan bunuh diri! tali gantung diri

Beberapa penyebab remaja memilih bunuh diri, antara lain pengaruh games / songs / movies / comics, kurang perhatian dan kasih sayang orang tua. Tiba-tiba saja aku teringat, salah seorang murid SD-ku di Bekasi dulu, bernama Anisa, yang jika masih hidup usianya sekarang 15 atau 16 tahun.

Aku memang bukan wali kelas Anisa, namun aku pernah mengajarnya 1 tahun, meskipun jarang bertemu karena ia sering absen. Bertanya kepada wali kelasnya, beliau pun bingung dengan kondisi murid tersebut.   Menelpon orang tuanya, tidak diangkat. Tidak ada teman sekolah yang dekat rumahnya. Pernah rekanku itu mendatangi rumahnya, tapi kosong. Untunglah neneknya terkadang menelpon untuk  memberitahukan bahwa Anisa sedang di rumahnya dan belum mau pulang.  Ayah ibunya sibuk kerja di Jakarta,  entah kenapa jarang pulang dan kumpul bersama keluarga. Jadi Anisa kecil yang saat itu masih kelas 4 SD dan adiknya yang balita lebih suka menginap lama di rumah neneknya tanpa peduli sekolah. Alhasil, nilai-nilai semua pelajarannya tidak ada yang bagus, sehingga selalu menjadi trending topic saat rapat kenaikan kelas. Ayah maupun ibunya jika dipanggil ke sekolah, sulit sekali untuk datang, betul-betul tidak peduli kondisi anaknya, mau bagus  / jelek rapornya….

putus cintaSingkat cerita, Anisa bisa lulus SD dan melanjutkan sekolah di dekat rumahnya. Lama tidak terdengar beritanya, rekanku yang lain mengabari sekolah bahwa Anisa meninggal dunia, bunuh diri dengan gantung diri di kamarnya setelah diputusi oleh pacarnya. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un… Kaget!  Yang lebih mengenaskan, jenasah Anisa ditemukan oleh adiknya, lalu si adik mengadu ke tetangga, lalu  diurus jenasahnya itu sampai ke pemakaman oleh para tetangga. Tidak ada satu pun dari tetangga yang bisa berhasil menghubungi orang tuanya di hari Anisa tiada. Orang tua yang “super sibuk dan super cuek” itu baru datang  setelah sang anak sudah dimakamkan. Astagfirullah….

Sedih rasanya jika mengingat kejadian itu… Sering tak habis pikir, ternyata ada orang tua yang tega menelantarkan anaknya sampai si anak merasa tidak dibutuhkan dan merasa hanya pacarlah yang bsa mengganggap dirinya berharga… jadi setelah putus,   frustasi berat karena merasa tidak ada yang sayang dan peduli dirinya lagi sampai akhirnya, bunuh diri!

Anak adalah amanah Sang Pencipta. Anak bukanlah boneka yang tidak punya jiwa…  Anak bukan obyek yang merasa cukup diberi uang jajan atau limpahan materi… Anak butuh belaian kasih sayang, perhatan tulus, bahkan ketauladanan… Anak disekolahkan bukan berarti tugas guru semata untuk mendidik dan menyayangi, tapi harus ada kerja sama baik antara orangtua dan guru.  Dalam agama dijelaskan betapa beratnya tanggung jawab orang yang memiliki anak karena di akherat nanti akan “ditanyakan” apa-apa saja yang telah dilakukan tiap orang tua kepada anaknya. Intinya… “Sudahkah anak dibekali iman dan ilmu?”

Semoga saja tiap dari kita yang dewasa bisa menjadi suri tauladan bagi anak-anak kita agar mereka bisa menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, dan kuat iman dalam menghadapi segala bentuk ujian dan tantangan jaman, aamiin.…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s