Menjelang Rapat Penilaian Rapor

Sekitar 1,5 jam lagi akan diadakan rapat untuk membahas nilai-nilai rapor. Semua guru wajib hadir. Mempertanggung jawabkan nilai-nilai yang diberikan tiap guru mata pelajaran kepada wali kelas dan wakasek bagian kurikulum. Beberapa siswa yang “bermasalah” pasti akan menjadi topik yang juga harus dibahas.

Teringat beberapa hari di minggu lalu, di mana para siswa mengisi waktu setelah UAS  dengan Class Meeting dan remedial atau ulangan susulan bagi mereka yang belum ulangan. Beberapa siswa di kelas 8 dan kelas 9 bermasalah dengan pelajaranku. Aku sediakan waktu untuk remedial maupun presentasi tugas. Sebagian dari mereka memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Tapii… ada juga siswa yang tidak ‘ngeh… dikejar-kejar melalui pengumuman depan kelas sebelum hari H, share via BBM dan SMS… tetap tidak muncul atau muncul di waktu yang diluar ketentuan. Alhasil, aku tolak!

Seorang siswa dari kelas 9 ada yang harus “dipanggil dengan paksa” untuk memenuhi kewajibannya di mata pelajaranku. Saat paginya, kulihat dia masih menyapaku dan menanyakan tugas yang harus dilakukan. Setelah kuberitahu, dia keluar karena memang kuberi kesempatan untuk belajar lagi. Ternyata, dia malah main basket. lalu langsung ke PIM bersama teman-temannya. Subhanallah…. Finally, dia baru menghadapku lagi diatas pukul 15.00 setelah ditelpon ibunya. Jam di mana sebetulnya sudah lewat dari jam kerja, tapi karena aku masih banyak yang harus dikerjakan di sekolah, maka dia masih bisa menemuiku. Dalam waktu 1 jam tersisa maka kuberi waktu dia untuk presentasi dan remedial.

Siswa jaman sekarang… siapa sebetulnya yang lebih butuh sekolah, dia atau orang tua? Mungkin karena fasilitas di rumah yang tersedia dengan sangat mudah, pola asuh yang tidak tepat, atau rule model yang kurang amanah. Guru di sekolah hanya sekedar perpanjang tangan, bukan satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab.

Apa yang akan terjadi jika generasi muda Indonesia banyak yang memiliki kepribadian seperti ini… tidak tanggung jawab, meremehkan masalah, hanya ingin hura-hura dan hidup santai, tidak mau berjuang gigih demi keberhasilan… Mudah-mudahan usahaku mendidik mereka selama ini akan berbuah baik meskipun tidak di waktu sekarang, tapi di waktu yang akan datang, keberhasilan mereka sesuai cita-cita yang diharapkan dari tiap mereka … aamiin… cita-cita sukse

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s