Haruskah Hal Ini Didiamkan?

Seperti biasa saat pelajaran terakhir selesai, para siswa akan memasuki Ruang Guru untuk mengambil handphone atau i-pad mereka yang dititipkan kepada tiap wali kelas. Tidak aneh jika suasana di Ruang Guru menjadi ramai bahkan sering teramat ramai dan mengganggu kerja guru-guru yang lain. Aku pribadi lebih suka para wali kelas masuk ke dalam tiap kelasnya saat 5 menit menjelang bel akhir berbunyi atau siswa disuruh menunggu di kelas saat pelajaran berakhir dan guru yang mengajar terakhir keluar.

Kejadian dua hari lalu sangat membekas di benakku. Sekitar 10 menit  setelah ritual pengambilan harta para siswa  di wali kelas,  para guru yang  menjadi  panitia  acara  pentas  seni  menuju  ke  salah  satu  kelas 9  untuk  rapat.  Aku  termasuk diantaranya.  Saat rapat tengah berlangsung, hujan pun turun. Sebagian siswa banyak yang belum dijemput dan bukan hal aneh jika mereka akan menunggu jemputan  di Ruang Guru. Setelah rapat selesai, aku dan rekan-rekan kembali ke Ruang Guru.  Selain tentunya  banyak siswa yang ngobrol  dan main gadgets, ternyata… ada yang asyik pacaran!  Astagfirullah…  Seorang rekan memintaku untuk menegur pasangan yang sedang dengan cueknya duduk berdampingan di kursi terdepan sambil meletakkan kepala mereka di atas meja.

Kucolek bahu si pria  sambil menegur pelan,  “Nak… ini Ruang Guru. Kamu  sedang apa?  Gak sadar banyak guru melihat kamu begini?”

Bukannya rasa malu atau minta maaf yang kudapat, siswa tersebut membalas “Jadi saya harus gimana? Di tempat tidur?”

Astagfirullah… mataku  langsung melotot dan kembali kalimat sama dari siswa pria tersebut padaku. “Saya harus begini di tempat tidur?”

Hampir  meledak  emosiku jika tak kuingat  kondisi  ruangan yang  sedang ramai. Ditambah lagi  badanku  sendiri  sedang kurang  sehat  dan suaraku serak. Kusampaikan  kejadian itu  pada  wali kelasnya  yang  terakhir  masuk ke  Ruang Guru. Rekanku itu hanya menghela napas sambil memelototi siswanya itu dari jauh.

Ya Allah… inikah citra siswa jaman sekarang?  Perilaku yang jauh dari rasa malu dan sopan, bahkan mungkin bangga bisa berperilaku seperti mereka penganut budaya barat? Jauh dari norma kesopanan terlebih norma agama. Bukankah sekolah adalah  tempat  mereka dididik  untuk bisa  memiliki perilaku  dan  budaya yang baik?  Bukan hanya  ilmu berbahasa  atau berhitung semata, namun ilmu tentang kehidupan dan beretika yang benar yang akan membuat mereka berguna di masa depan. Jika rekan-rekan guru banyak yang menganggap remeh atau tidak peduli hal tersebut, bagaimana mereka nanti di masa depan?  “Haruskah hal ini didiamkan??”

2 comments on “Haruskah Hal Ini Didiamkan?

  1. Aditya mengatakan:

    Parah bu masa sampe segitunya😦 benar benar moral bangsa dalam keadaan kritis

    • dewipangalila mengatakan:

      Betul, Pa… Saya betul2 khawatir dengan kondisi murid-murid saya. Mereka menerima budaya luar tanpa filter & parahnya, dukungan keluarga minus.Ditambah lagi,hanya sebagian rekan sejawat yang berani menegur, sebagian lagi… yah, begitulah…
      Terima kasih ya, Pa atas atensinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s