Acara Tahunan “Halal bi halal”

Sudah menjadi tradisi, bilamana Idul Fitri selesai, maka diadakanlah acara  halal bi halal. Dalam bahasa Arab, tidak dikenal istilah tersebut: halal bi halal. Suatu pertemuan yang diniatkan untuk menjalin kasih sayang dan kebersamaan, cukup disebut silaturahim. Whatever aku mengikuti acara halal bi halal dalam sepekan ini sebanyak 3 kali.

Acara halal bi halal pertama diadakan di rumah salah seorang dari wakasek yang berlokasi di Depok II pada hari Rabu (6/8) siang, setelah para siswa pulang sekolah. Beliau selain menyediakan rumahnya untuk halal bi halal para guru SMP Bakti Mulya 400, juga sekaligus mengadakan syukuran putranya yang 2 hari sebelumnya dikhitan.

Acara halal bi halal kedua diadakan di sekolah, tepatnya di aula SMA pada hari Jumat (8/8) siang, juga setelah para siswa pulang sekolah. Seluruh guru, management, dan karyawan dari TK, SD, SMP sampai SMA  berkumpul. Ada tausiyah atau ceramah keagamaan, juga ada sharing dari para sesepuh yang mengingatkan kita betapa berharganya waktu. Menjelang makan sajian sate ayam dan bakso, kita semua saling bersalaman terutama dengan para pengurus yayasan.

Yang terakhir sampai hari ini, hari Sabtu kemarin (9/8) halal bi halal keluarga besar alm. mama. Diadakan di rumah salah seorang sepupu di Setra Duta, Bandung. Ada paman, bibi, keponakan, dan sepupu yang berjumlah diatas 50 orang. Berkurang dari tahun lalu yang hampir 100 orang. Tahun ini rupanya banyak yang berhalangan hadir Karena berbagai alasan. Aku berangkat ke Bandung dari pukul 06.30 bersama kakak sepupu yang tinggal di Cinere dan Ciganjur, Jakarta. Kondisi jalan di tol Cikampek dan Purbaleunyi relatif lancar, Alhamdulillah… Sebelum ke tempat tujuan, kita mampir dulu ke Prima Rasa untuk membeli oleh-oleh.

Halal bi halal keluarga besar as usual, heboh dengan acara saweran. Berbagi rizqi uang bukan dimasukkan ke dalam amplop, namun dengan menerbangkannya dan mereka yang ingin mendapatkannya, harus bisa menangkapnya! Bukan hanya anak-anak kecil, namun nini-nini pun tidak mau kalah, rela kena dorong demi meraih lembaran uang dari nyawer.. Hi hi hi… kapan lagi mungkin ya? Mulai dari dua ribuan, lalu yang terbanyak lima ribuan, lalu sepuluh ribuan, lalu duapuluh ribuan, sampai limapuluh ribuan. Khusus hari itu, ada lembaran sepuluh dollar Autralia yang ikut terbang melayang untuk diperebutkan.lembaran 50.000lemaran 20.000lembaran 10.000lembaran 5.000lembaran 2000

Perjalanan pulang terkena arus balik yang membuat kondisi jalan tol padat merayap. Dari Bandung pukul 15.30, beristirahat untuk shalat Ashar di rest area selama 30 menit, sampai di Jakarta pukul 20.00 Bagaimana pun, aku bersyukur sudah bersilaturahim dengan sanak saudara, bahkan ada yang sudah puluhan tahun tidak bertemu karena dia tinggal di Australia.

Halal bi halal… budaya yang tidak ada salahnya patut dipertahankan. Namun seyogyanya jika silaturahim tidak saja dilakukan setelah Idul Fitri atau bulan Syawal. Setiap hari kita jaga hubungan baik dengan sesama terlebih lagi  antar saudara, saling peduli dan saling memaafkan. Tidak ada manusia yang sempurna. . Tidak ada manusia  yang tidak memerlukan orang lain selama hidupnya. Damai… sebagaimana ajaran Rasulullah SAW,  “Islam adalah agama rahmat, barang siapa yang ingin panjang umur dan diberi kemudahan rizqi, hendaklah bersilaturahim…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s