Yang Indah di Sabtu Malam

Teringat aku di hari Sabtu malam lalu… Aku sedang menemani salah seorang teman untuk membeli ayam goreng kampung di salah satu restaurant daerah Melawai, Blok M. Suasananya ramai karena banyak sekali pembelinya. Temanku tidak berminat untuk makan di sana, melainkan untuk adiknya di rumah.

Kami duduk di luar. Sambil menunggu pesanan, kami pun mengobrol santai. Bangku di sebelahku kosong, begitu juga bangku di sebelah temanku. Tiba-tiba seorang ibu berpenampilan casual datang  bersama keluarganya, 2 orang anak perempuan dan seorang pria yang kemungkinan adalah suaminya. Ia menghampiri meja kami dan duduk di bangku kosong sebelah temanku. Saat memandang wajahnya, aku seperti melihat seseorang yang kukenal. Ingatanku cepat berputar. Seolah tak percaya, tapi aku memberanikan diri untuk menegurnya, “Mama Azka?”  Beliau menoleh dan langsung terkejut melihatku. What a surprise! Subhanallah

Seorang gadis kecil di belakangku, langsung kupanggil namanya, “Azka!” Ia menoleh, tersenyum lebar dan langsung duduk di sebelahku. Tangannya cepat meraih tanganku, lalu menciumnya dengan hormat, seperti kebiasaan yang dilakukan seorang muriddi sekolahku dulu saat bertemu guru. Aku pun merangkulnya dengan rasa rindu dan senang. Sang ibu bercerita  bahwa beberapa hari lalu Azka, mantan muridku itu, mengatakan bahwa ia kangen aku. Alhamdulilllah… Allah mempertemukan kami.

Sayang kami tidak bisa berbincang lama. Pesanan ayam goreng temanku datang dan aku pun tidak enak melihat temanku yang ingin segera pulang. Akhirnya aku berpamitan. Senang sekali rasanya bertemu dengan mantan muridku di SD dulu. Azka adalah salah satu murid terbaikku. Kuingat awal masuk kelasku, ia adalah seorang pemalu namun dengan seiring waktu, kepercayaan dirinya tumbuh. Kemandiriannya belajar melengkapi kecerdasannya.

Hampir setahun tidak bertemu dan aku memang selalu kangen pada murid-murid kecilku. Azka yang kutemui malam ini, terlihat sudah beranjak besar. Lebih tepatnya, ia menjelma sebagai gadis kecil yang sangat manis. Yang paling membanggakan adalah ia tetap menjadi yang terbaik di kelasnya, sama seperti saat masih bersamaku.

Majulah terus, anakku… semangat terus menuntut ilmu… jangan pernah ragu mengejar cita-cita dan selalu yakin kemampuan diri… jangan pernah berhenti belajar dan belajar. Insya Allah jika kita bersungguh-sungguh, kesuksesan itu akan datang menghampiri. Man jadd wa jadda!” 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s