Sudah Shalatkah Hati Kita?

Salah seorang guruku, namanya Ustadzah Halimah Alaydrus mengingatkan betapa pentingnya shalat bagi kita, umat yang mengaku beragama Islam. Dari semua perintah Allah SWT, shalat adalah hal yang paling kuat kedudukannya & tidak ada alasan untuk meninggalkanya.

tulisan shalatShalat adalah tiang agama, barang siapa yang menegakkan (menjaga) berarti dia telah menegakkan (menjaga) agamanya & barang siapa meninggalkan (menyia-nyiakan) shalatnya maka dia telah menghancurkan (merobohkan) bangunan agamanya” (HR Baihaqi)

Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah shalat wajib. Jika ia sempurnakan shalat yang wajib, maka ia sempurna amalannya. Namun jika tidak dikatakanlah, ‘Lihatlah, apakah orang ini memiliki amalan tathawwu’ (shalat sunnah)?’  Jika ia memiliki amalan tathawwu’ disempurnakanlah shalat wajib yang dikerjakannya dengan shalat sunnahnya. Lalu seluruh amalan yang difardhukan juga diperbuat semisal itu” (HR Ibnu Majah)

Ada pun ayat dari kitab suci Al Qur’an mengingatkan “Dan dirikanlah olehmu shalat karena sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar” (QS Al Ankabut:45)

Shalat adalah urusan paling penting dalam agama Islam. Shalat melibatkan 3 hal yakni ucapan, gerakan, dan hati. Saat ketiganya sinkron, maka shalatnya disebut khusyuk dan cukup sulit untuk meraih khusyuk jika kita tidak mengerti arti bacaan shalat.

Derajat orang dalam shalat:

1. shalat sebagai beban

    Mengerjakan shalat karena disuruh / dipaksa, biasanya dialami oleh anak-anak kecil yang baru belajar shalat.

2.  Shalat sebagai kewajiban

     Mengerjakan shalat tanpa hati ikut terlibat, hanya demi menggugurkan kewajiban. Jika ia sedang berhalangan , misal perempuan yang sedang haid, maka ia akan senang karena tidak perlu shalat.

3.  shalat sebagai kebutuhan

     Mengerjakan shalat dengan istiqomah, bahkan ia akan menambahkan shalat-shalat lain di luar shalat fardhu.

4.  shalat sebagai kesenangan

     Mulai merasa senang saat mendengar adzan karena ia menyadari bahwa shalat menjadi ibadah hati dan hal tersebut nilainya besar di mata Allah

5.  shalat sebagai hiburan

    Mengerjakan shalat adalah hobi.  Hamba yang termasuk dalam kategori ini, contoh nyatanya adalah Rasulullah SAW.  Dalam hadist beliau bersabda   “Dan dijadikan kecintaanku ada di dalam shalat” (HR Nasa’i, Ahmad dan Hakim)

shalat muslimah-2sahalat sujudBagaimana dengan kita,  termasuk dalam derajat manakah kita saat mengerjakan shalat? Semua ini tentulah berpulang pada diri masing-masing. Namun alangkah baiknya dari dalam diri kita selalu menanamkan kesadaran bahwa betapa pentingnya shalat dan berusaha terus untuk meningkatkan kualitas shalat kita setiap hari. Semoga kita bisa menjaga shalat kita dan menghadirkan hati kita dalam tiap gerakan shalat kita agar kita selamat, aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s