May Day 2014

Tanggal 1 Mei diperingati sebagai May Day atau Hari Buruh. Di seluruh kota besar, terutama ibu kota Jakarta, terjadi aksi besar-besaran buruh turun ke jalan, memenuhi jalan-jalan utama menuju istana Presiden maupun kantor Gubernur. Bentuk aspirasi, cerminan demokrasi…

Sebetulnya ditetapkan 1 Mei sebagai May Day bukan oleh pemerintah Indonesia, namun dunia internasional yang mengawalinya, tepatnya oleh Federation of  Organized Trades and Labour Unions. Hal tersebut demi memberikan penghormatan terhadap perjuangan buruh di Amerika Serikat yang menuntut pembatasan jam kerja menjadi 8 jam sehari.

demo buruh 2014-2Di  Indonesia, terutama beberapa tahun belakangan ini, para buruh melakukan aksinya ke jalan dengan harapan dan tuntutan tentang “kesejahteraan”. Adanya tuntutan atas kenaikan upah dan penghapusan sistem outsourcing adalah issue utama.

Kenaikan upah bagi siapa pun, baik bagi golongan buruh maupun golongan pekerja lain seperti guru honorer, tentu sangat dibutuhkan. Barang-barang konsumsi, transportasi, biaya kesehatan, dan masih banyaak … tidak ada yang murah sekarang. Sebagian kecil dari rakyat saja yang merasa sudah tidak perlu risau karena berpenghasilan besar. Terlebih jika hasil keringat yang diberikan pada negara berupa pajak ternyata diambil dengan mudahnya oleh para koruptor.  Sakiit hati rasanya….

Sistem outsourcing juga sangat tidak menguntungkan untuk para pekerja karena mereka tidak bisa mendapat jaminan apa-apa dari tempat kerja, bahkan bisa diberhentikan jika waktu kontraknya habis tanpa peduli bagaimana yang bersangkutan akan mempertahankan kehidupannya tanpa memiliki pekerjaan. Sungguh suatu ketidak adilan dalam dunia kerja…demo buruh 2014-1

Pemerintah seyogyanya tidak boleh diam! Hubungan baik yang menghasilkan sinergi harus diupayakan antara pengusaha dan buruh serta pemerintah. Kita seyogyanya harus malu dengan kondisi banyak rakyat Indonesia yang menjadi tenaga kerja di luar negeri sebagai pembantu rumah tangga atau pekerja pribumi di negeri ini yang dijadikan kacung oleh para investor asing. Di mana harga diri bangsa? Tidak inginkah pemerintah Indonesia melihat rakyatnya sejahtera dan terhormat di mata internasional?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s