Remaja Memperingati Valentine’s Day

valentine's dayJumat lalu, tanggal 14 Februari 2014, bagi sebagian remaja adalah hari yang membahagiakan karena diperingati sebagai “Hari Kasih Sayang” Di sekolah, ada beberapa siswa yang membawa setangkai mawar merah untuk dipersembahkan kepada gadis pujaannya. Rupanya, mawar merah dilambangkan mutlak sebagai tanda cinta.  Haruskah tanggal 14 Februari dirayakan sebagai “Hari Kasih Sayang” atau bahasa kerennya Valentine’s Day?  Apakah mereka yang memperingati tiap tanggal 14 Februari sebagai “Hari Kasih Sayang” mengetahui sejarah sebenarnya Valentine’s Day? red roses

Menurut sejarah, Valentine’s Day dimulai dari adanya peristiwa di bangsa Romawi kuno yang memperingati tiap tanggal 14 Februari untuk menghormati Juno (Tuhan perempuan). Pada saat itu, para pemuda dibebaskan untuk memilih pasangan secara diundi, lalu mereka mengambil nama seorang gadis dari kotak secara acak, lalu gadis yang sudah disebut namanya itu akan menjadi pasangannya bersenang-senang selama setahun. Diadakan pesta “perkawinan” besar-besaran yang pada saat upacaranya, si gadis berebut untuk dilecut dengan kulit binatang karena dianggap bisa membuat mereka menjadi lebih subur.  Intinya, makna Valentine’s Day sebenarnya ada penyimpangan makna cinta atau kasih sayang & pelecehan martabat perempuan oleh  laki-laki.

Duh, remaja Indonesia… menganggap apa yang dilakukan oleh masyarakat barat selalu baik untuk diikuti, padahal belum tentu sesuai dengan budaya & norma kita. Kasih sayang atau cinta tidaklah perlu harus diperingati tiap tanggal 14 Februari saja, tapi setiap saat & tidak perlu juga secara berlebihan. Sebagian besar gadis memang senang diberi bunga, tapi alangkah baiknya jika hal itu dilakukan oleh pasangan yang sudah sah atau anak kepada ibundanya. Remaja yang kebanyakan masih belum memahami kasih sayang atau cinta sesungguhnya, hanya berfikir bahwa perasaan tersebut wajib diungkapkan dalam suasana romantis seperti film-film barat, lalu dilanjutkan dengan perbuatan seperti para pemain di film-film tersebut, tanpa peduli resiko atau boleh tidaknya menurut agama.  Sadarilah, tidak semua budaya barat baik untuk diikuti & memperluas wawasan pengetahuan agar tidak terjebak pada hal-hal yang salah….

Khusus dalam agama Islam, ada ayat Allah  yang mengingatkan “Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, & hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya” (QS al Isra 17:36). So, berhati-hatilah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s