Kerja? Nantii… Demo? Hayuu…

demo-2Berita minggu lalu… Lagi-lagi demo buruh… turun ke jalanan, membawa spanduk, berorasi, berteriak…minta naik upah minimum.  Meskipun bukan Hari Buruh se-dunia, namun para buruh ini merasa punya hak untuk mengeluarkan pendapat dengan berpayung pada demokrasi.

Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, di hari yang sama justru menandatangani sebuah peraturan yang menegaskan bahwa upah minimum di Jakarta, terutama bagi kaum buruh sekitar 2,4 juta & disambut dengan penolakan! Mereka keukeuh menuntut upah minimum yang  “tepat”  bagi mereka adalah 3,7 juta / bulan. Wow, fantastis… ambisi yang hebat… Tidakkah mereka berkaca dulu sebelumnya, apa latar belakang pendidikan mereka yang bisa membuat mereka berani memasang harga setinggi itu? Tidakkah mereka sadar bahwa gaji guru anak mereka yang “jelas-jelas” lulusan Strata 1 belum  tentu setinggi itu?  Sudahkah mereka yakin dengan produltivitas kerja & kedisiplinan mereka? Tidak adakah rasa syukur untuk rizqi yang telah diterima selama ini, sudah mampu makan, punya tempat bernaung (meskipun mungkin masih ngontrak), beli pakaian… bahkan, sebagian para buruh sudah mampu membeli motor!demo-3

Menuntut kesejahteraan adalah hak tiap orang, namun seyogyanya kita mengukur diri kita dulu sebelum melakukan itu. Kenaikan upah sampai 50% bukan hal sepele! Para karyawan, PNS sekali pun atau guru yang “jelas-jelas” berpendidikan sarjana, saat mendapatkan kenaikan  gaji tidak sebesar itu.  Jika para pengusaha merasa tidak sanggup & memilih meng-istirahat-kan atau memutuskan hubungan kerja saja, bagaimana? Bukankah nanti buruh akan merasa rugi sendiri?   Terlebih calon investor asing, tentu akan menjadi waspada untuk mau membuka usaha di negeri ini.

Buruh, pengusaha, & pemerintah… seyogyanya saling mendukung & bekerja sama untuk mengisi pembangunan. Jangan ada tindakan sewenang-wenang & tidak manusiawi dari pengusaha kepada buruh!  Buruh bekerja sebaik mungkin sambil mensyukuri apa yang ada & berusaha terus meningkatkan kemampuan diri menjadi lebih berkualitas, tidak ada salahnya jika buruh memiliki usaha sampingan atau bahkan berwiraswasta yang sesuai bakat & kemampuan. Ada pun pemerintah wajib menjaga hubungan baik antara pengusaha & buruh sehingga dunia kerja Indonesia akan kondusif & kesejahteraan rakyat akan tercapai, semoga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s