Indahnya Berqurban

Salah seorang guru di pengajian bercerita bahwa di majelis tempatnya mengajar ada sekumpulan pemulung yang rajin menabung tiap hari dengan tekad bisa berqurban tiap tahun. Seperti arisan, tiap tahun bergiliran mereka mendapat kesempatan untuk berqurban. Padahal uang yang dikumpulkan tiap hari cuma seadanya saja & jarang sekali seorang yang bisa menabung per hari sebesar 10 ribu rupiah. Subhanallah… tersentuh sekali aku mendengarnya.
Lewat berita di salah satu tv swasta pun, aku melihat ada seorang nenek yang berumur di atas 60 tahun rajin menabung tiap hari selama 7 tahun dengan tekad kuat bisa berqurban! Profesinya aku lupa, tapi yang pasti bukan dari kalangan mampu. Rumahnya saja bertembok bilik, kecil, & sangat jarang perabotan di dalamnya. mengumpulkan uang tiap hari di bawah kasur, lalu di akhir bulan dititipkannya ke Ketua RT sampai akhirnya bisa berqurban seekor kambing yang seharga 2 juta tahun ini. Subhanallah.

Mengutip dari hadist yang disampaikan Aisyah, Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada amalan anak cucu adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah selain mengucurkan darah ( menyembelih hewan qurban ). Sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, maupun bulu-bulunya…”sapikambing

Juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda “Barang siapa mendapatkan kelapangan tapi tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami”  Kelapangan di sini tentulah artinya rizqi yang lebih dari cukup.  Ada pun batas kelapangan bagi seseorang yang dianjurkan untuk berqurban adalah jika ia memiliki nafkah untuk diri & keluarga yang ditanggungnya pada hari Idul Adha & 3 hari tasyrik.

Apalah arti uang seharga satu dua juta bahkan puluhan juta jika ada jaminan pahala syurga bagi kita yang mau berqurban… Terlebih jika kita memang sudah memiliki penghasilan tetap tiap bulan, tanpa perlu menunggu harus punya sebuah  motor atau mobil dulu atau mungkin tablet terbaru atau bahkan rumah mewah  di real estate. Malu jika kita lihat ada mereka yang justru tidak memiliki penghasilan tetap, bahkan cenderung hidup pas-pasan seperti para pemulung… mereka ternyata tetap ada keinginan untuk mau berqurban, mau berbagi rizqi yang susah payah mereka kumpulkan kepada orang lain. Luarrr biasa… Allah pastilah tidak akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka.

Esensi qurban adalah ketaqwaan seorang hamba pada Rabb-Nya dengan mau mengikhlaskan apa yang dicintainya, terutama dalam hal ini adalah materi. Juga ada nilai kepasrahan & pengorbanan. Bukan dari besar tidaknya hewan qurban atau ada tidaknya pujian dari orang-orang sekitar yang melihat kita mau berqurban.

Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa mentakdirkan kita untuk punya niat berbuat kebajikan termasuk dengan cara berbagi rizqi dengan / tanpa melalui berqurban, aamiin…

3 comments on “Indahnya Berqurban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s