Suriah… Oh, Suriah….

perang suriah-1Berita tentang negara Suriah yang porak poranda akibat terjadi perang antara tentara yang di bawah pemerintah Bashar al-Assad melawan rakyatnya dengan menggunakan senjata kimia belakangan ini dilengkapi oleh niat AS untuk bertindak & intervensi demi menyelamatkan rakyat Suriah. Artinya, AS dengan dukungan beberapa negara barat akan melakukan serangan militer kepada Suriah. Namun, betulkah sudah ada bukti bahwa rezim Assad menggunakan gas sarin terhadap  rakyat sipil? Juga, betulkah AS tulus melakukan serangan militer semata-mata demi membantu rakyat Suriah tanpa kepentingan lain?

Menurut berita pula, para korban yang tewas memiliki bekas ada muntahan busa di mulut.  Senjata kimia memang tidak seperti senjata biasa karena yang diserang adalah sistem syaraf. Korban yang terkena gas sarin  akan terganggu kesehatan mentalnya seperti halusinasi, pusing, selaput lender pada mata, kulit kering, pupil menciut, sakit otot, kejang-kejang, mual, & muntah. Serangan kimia tersebut dijatuhkan dari atas pesawat saat para korban tidur.

Presiden Obama mendapat laporan dari pekerja medis yang pergi ke lokasi serangan kimia  di Damaskus bulan Agustus lalu dengan melakukan pengujian sampel rambut & darah. Hal tersebut menjadi bukti adanya kandungan gas sarin pada korban di Suriah. Namun untuk bisa merealisasikan keinginannya, Obama harus mendapat persetujuan Kongres AS dengan voting pada hari Senin ini, 9-9-2013.

Bagaimana sikap negara-negara Arab? Menurut berita pada awal September lalu di Kairo , Mesir Liga Arab melakukan perundingan & meminta komunitas internasional PBB melakukan aksi pencegahan terhadap pelaku serangan kimia di Suriah. Uniknya, sikap negara-negara Arab terpecah  tentang isu agresi asing di Suriah.

Apa pun penyelesaian atas tragedi di Suriah, alangkah baiknya jika diupayakan terus  adanya dialog antara Presiden Bashar al-Assad dengan duta dari PBB maupun Presiden Obama. Serangan militer yang diinginkan oleh pemerintah AS & beberapa negara barat adalah jalan yang terakhir jika dialog betul-betul tidak bisa menemui solusi atau titik temu. Yang harus dipikirkan akibat perang adalah rakyat sipil, terutama anak-anak. Kalau pun mereka “selamat hidup” bukan berarti perkembangan mental mereka aman. Anak-anak adalah generasi yang akan membangun bangsa. Bagaimana mereka dapat membangun bangsa bahkan menjadi pemimpin negara yang baik jika perkembangan mental mereka tidak sehat? Kapankah para pemimpin dunia menyadari bahwa ambisi mereka terhadap terjadinya perang dapat menyebabkan kerusakan bangsa?perang suriah-3perang suriah-2

Pemerintah Indonesia, mana perananmu sebagai negara yang cinta damai & menujunjung hak asasi manusia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s