Musibah Cinta

Salah seorang mantan murid sekolah kami terlibat dalam musibah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian 6 orang pria di jalan tol Jagorawi hari Minggu (8/9) dini hari. Semua orang mengenalnya sebagai salah seorang putra dari musisi besar di negri ini. Bersalahkah dia?kecelakaan si dul
Jika dilihat dari hukum pidana, siapa pun orang yang melakukan kelalaian lalu mengakibatkan kematian, maka layak disebut bersalah. Bukan hanya Hukum Pidana saja yang mengatur hal tersebut, dalam Undang-Undang Perlindungan Anak pun si anak yang berumur 13 tahun dapat dikenai tindakan. Umur 13 tahun itu menjadi pertanyaan besar, mengapa sudah berani mengendarai mobil? Tentunya ia berani karena diijinkan minimal dibiarkan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya, terutama dalam hal ini adalah ayahnya. Demi cintanya pada si anak, apa pun diberikan terlebih jika materi bukan menjadi masalah. Ada hal yang lupa dipertimbangkan yakni kondisi mental si anak yang belum matang / masih labil.
Duh, para orang tua… sadarkah jika mengenalkan materi pada anak tanpa dibekali iman yang kuat & ketauladanan akan berakhir sia-sia? Membiarkan anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan, bukankah itu bentuk sikap ketelodoran orang tua? Bukan hanya materi yang rusak, namun yang lebih mengerikan adalah hilangnya nyawa atau cederanya para korban akibat ketidak mampuan si anak. Apakah menunjukkan cinta orang tua kepada anak tepat dengan memberi materi yang mewah lalu membiarkan si anak berbuat sesuatu yang belum waktunya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s