Upacara Bendera, Masih Perlukah Bagi Siswa?

berkibar benderaSudah merupakan rutinitas di hampir semua sekolah tiap hari Senin melaksanakan upacara bendera, termasuk sekolah kami. Dimulai pada pukul 07.00 di halaman depan sekolah. Kelas 9.1 yang sebagai kelas internasional menjadi petugas dari upacara hari ini. Pemimpin upacara, M.C. petugas pengibar bendera, petugas pembaca Pembukaan UUD’45, Janji Siswa, & Doa, serta petugas untuk menyanyi lagu kebangsaaan & lagu nasional. Sedangkan Pancasila dibacakan oleh Pembina Upacara, yang saat ini adalah salah satu wali kelas level 9.
Sejak awal pelaksanaan upacara bendera, aku melihat sebagian besar sikap para siswa ternyata jauh dari tertib. Berdiri tidak sempurna, dalam posisi santai meskipun sedang dalam kondisi bendera akan dikibarkan maupun saat dibacakan Pancasila.  Astagfirullah… Saat bendera dikibarkan, beberapa siswa di level 8 & 9 mengobrol. Sebaliknya, para siswa level 7 menunjukkan sikap tertib dalam mengikuti pelaksanaan upacara bendera. Saat Pembina Upacara memberikan pengarahan / wejangan, hanya sebagian dari siswa-siswa level 8 & 9 yang terlihat mendengarkan. Sisanya? Sibuk dengan kesenangannya masing-masing. Padahal tidak sedikit guru yang “patroli” Bahkan adanya salah seorang siswa yang dihukum untuk berdiri di samping tiang bendera dengan posisi menghadap ke Kepala Sekolah & Dewan Guru, tidak membuat siswa-siswa lain jera. Siswa yang dihukum tersebut pun sama sekali tidak menunjukkan rasa malu atau takut, malah nyengir & terkadang menguap. Innalillahi....
Bilamana keadaan tersebut berlangsung terus tiap dilaksanakan upacara di sekolah, sebagai pendidik aku merasa sedih karena melihat sikap nasionalisme & kedisiplinan siswa saat ini semakin terkikis. Perlu diadakan evaluasi bersama mengenai pelaksanaan upacara bendera. Lebih dari itu, tugas berat bagi para guru untuk memberikan ketauladanan, minimal menunjukkan sikap disiplin saat upacara akan dimulai maupun saat KBM berlangsung di kelas.
Upacara bendera sebenarnya bisa menjadi barometer kedisiplinan & jiwa nasionalisme, bukan sekedar melihat bendera dikibarkan & bernyanyi sambil berdiri dibawah hangatnya matahari pagi. Memang upacara bendera juga bukan satu-satunya hal membuat siswa untuk disiplin & memiliki jiwa nasionalisme. Namun bagaimana pun, para siswa masih memerlukan pembelajaran mengenai semangat kebangsaan, yang salah satunya melalui upacara bendera. Alangkah sayangnya jika masih ada dari kita yang tidak bisa memaknai upacara bendera, terutama para siswa di sekolah menengah. Bukankah bangsa yang baik adalah bangsa yang generasi mudanya bisa menghargai jasa para pahlawan & memiliki semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan mengasah kemampuan masing-masing secara optimal?cinta negara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s