Ssstt… Akan Ada Test Keperawanan di Sekolah

Membaca berita beberapa minggu lalu di surat kabar bahwa Kepala Diknas Prabumulih akan mengadakan uji keperawanan bagi para siswi yang akan masuk sekolah menengah. Hal tersebut juga pernah diusulkan oleh anggota DPRD Propinsi Jambi agar mewajibkan test keperawanan bagi tiap siswi yang akan masuk SMP dan SMA.  Ada pun alasan diadakan usulan test keperawanan karena untuk menindaklanjuti rasa khawatir para orang tua terhadap pergaulan anak muda sekarang seperti perilaku seks bebas atau bahkan terlibat prostitusi. Apakah hanya dengan cara seperti itu penyelesaian untuk mengatasi masalah yang diakibatkan pergaulan anak muda yang salah?fall in love

In my opinion, bilamana lingkungan sekolah melakukan test keperawanan kepada para siswi berarti sekolah tersebut telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia  & adanya diskriminasi perempuan.  Tidakkah pernah terfikirkan oleh para penggagas ide test keperawanan, bahwa tindakan tersebut bisa mengganggu psikologis para siswi, terutama bagi mereka yang memang sudah tidak perawan. Meskipun test dilakukan di dalam ruang tertutup atau hanya seorang petugas yang mewawancarai, apakah yakin tidak akan ada dampak psikologis? Apa relevansinya dengan prestasi siswi yang bersangkutan? Bagaimana dengan siswa yang terindikasi “nakal” akankah ada tindakan serupa dari pihak sekolah? Ada beberapa alasan penyebab pejabat & anggota legislatif menggagas ide tentang test keperawanan bagi para siswi di sekolah menengah, yakni:

a)    Melekatnya budaya “patriaki” di Indonesia sehingga perempuan hanya sebagai “pelengkap” saja atau mungkin kasarnya, “pelayan” bagi kaum lelaki. Citra moralitas bangsa hanya ditujukan kepada perempuan. Tubuh perempuan adalah obyek & salah satu upaya untuk menjadi barometer moralitas bangsa. Padahal tubuh perempuan bukanlah obyek & moralitas bangsa tidak bergantung dari perempuan semata.

b)    Kurangnya atau jumlah yang sangat sedikit perempuan yang duduk di lembaga legislatif sehingga tidak optimalnya suara untuk memperjuangkan hak-hak atau nasib kaum perempuan.  Peraturan yang mengatur tentang hak-hak perempuan baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan maupun masyarakat harus ditambah & segera diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

c)    Minimnya kesadaran & perhatian para orang tua yang memiliki anak-anak remaja untuk menanamkan ilmu agama & moral, serta terlalu membiarkan anak-anaknya menikmati pergaulan tanpa batas. Mungkin dilatarbelakangi oleh rasa toleransi kita terhadap dunia anak muda namun kita lupa akan adanya godaan duniawi atau pengaruh budaya barat yang salah dalam perilaku remaja saat ini.

So, in my conclusion, menindaklanjuti kekhawatiran para orang tua terhadap pergaulan anak muda jaman sekarang maka  yang paling tepat dilakukan adalah mengikis budaya patriaki atau mengangkat derajat perempuan agar sejajar atas hak & kewajiban, menambah jumlah anggota dewan perempuan di lembaga pembuat keputusan atau legislatif, & meningkatkan kesadaran serta perhatian para orang tua yang memiliki anak-anak remaja untuk menanamkan ilmu agama & moral dengan optimal, juga meningkatkan kewaspadaan terhadap pergaulan anak-anaknya.teenagers2teenagers1

2 comments on “Ssstt… Akan Ada Test Keperawanan di Sekolah

  1. yuniardwilestari mengatakan:

    wa’alaikumsalam..good posting.
    agak aneh juga denger ada test keperawanan buat siswa menengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s