Berbeda Pendapat, Haruskah Menjadi Musuh?

Setiap warga negara berhak berpendapat, itu ada dalam pasal 28 UUD’45. Isi kepala manusia tentu tidak sama, maka berbeda pendapat adalah wajar. Perbedaan pendapat bisa dalam bentuk tulisan seperti melalui artikel atau poster. Juga bisa dalam bentuk lisan seperti melalui pidato atau diskusi. Juga bisa dalam bentuk demonstrasi.

Demonstrasi yang marak belakangan ini mengenai kenaikan BBM. Untuk yang kesekian kalinya, pemerintah membuat keputusan pahit BBM harus naik! Padahal sebagaimana kita semua tahu, jika BBM naik maka akan berdampak pada kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Belum lagi, mengingat bulan Juli sudah bulan Ramadhan yang mana pasti akan terjadi kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok.

Seyogyanya kita bisa menghargai perbedaan yang ada, tanpa perlu ada prasangka buruk pada mereka yang berbeda dari kita. Lalu jika perbedaan pendapat itu dilakukan oleh partai politik, tidak masalah & tidak perlu ada sindiran atau kecaman dari partai politik milik penguasa atau dari mulut sang penguasa sendiri.  Terlebih jika partai politik yang memiliki pendapat berbeda tentang suatu hal dibuat tidak nyaman, bahkan dikeluarkan dari suatu koalisi.  Sangat disayangkan… karena itu tidak mencerminkan demokrasi.

Pemimpin bukan malaikat yang suci & tanpa dosa. Pemimpin adalah manusia biasa yang bisa saja kurang tepat bahkan salah dalam mengambil keputusan.    Alangkah baiknya jika menyikapi perbedaan pendapat dari orang atau kelompok lain atau partai politik dengan kepala dingin, lalu musyawarah atas mufakat. Bukankah salah satu azas dalam Pancasila yang menjadi dasar negara kita mengajarkan adanya hal tersebut? Atau jika terjadi deadlock, maka diadakan voting. Yang terpenting, jangan pernah mengabaikan hati nurani & suara rakyat.

Bilamana  keputusan sudah diambil, namun reaksi rakyat & partai politik lain tetap tidak setuju, alangkah baiknya jika keputusan tersebut dievaluasi. Banyak orang pintar di negeri ini yang sangat mengetahui & memahami kondisi bangsa bisa diajak duduk bersama untuk mencari solusi terbaik atas masalah yang ada. Sekali lagi, jangan pernah mengabaikan hati nurani & suara rakyat….

3 comments on “Berbeda Pendapat, Haruskah Menjadi Musuh?

  1. Aditya mengatakan:

    iya benar, kita harus berpikir dulu dan jangan saling mencurigai. Selain itu, banyak orang pintar tapi keterlibatan mereka sangat minim.

    • dewipangalila mengatakan:

      Ya… beberapa orang pintar di negeri ini sering diabaikan suaranya kar’na kebanyakan bertentangan pendapat atau ide dengan kehendak penguasa.
      Makasih ya, udah mau berkunjung & ikut comment…

    • dewipangalila mengatakan:

      Ya… orang-orang pintar banyak yang tidak dilirik kar’na kebanyakan pendapat mereka tidak sesuai dengan kehendak penguasa, jadii… yah, beginilah kondisi negeri ini.
      Makasih ya, sudah berkunjung & ikut berkomentar🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s