Jika Aku Ini Raja, Pantaskah Sewenang-wenang Pada Rakyat?

Berita yang cukup ramai dibicarakan pada beberapa hari lalu bahwa ada seorang pejabat dari Bangka Belitung yang marah besar saat ditegur oleh seorang pramugari di dalam pesawat Sriwijaya Air. Beliau sedang asyik menggunakan ponsel saat pesawat akan lepas landas, sehingga seorang pramugari yang melihat hal itu, menegurnya agar segera mematikan ponsel. Jadi, bukannya malu atau menurut, yang ada justru kebalikannya! Saat sebagian penumpang sudah turun, maka pejabat tersebut mendatangi pramugari yang menegurnya itu, lalu memukul wajah sisi kirinya dengan koran yang digulung sambil berteriak, ” Saya penumpang, saya adalah Raja. Biar kapok dia!”

Wah… wah… seseorang yang merasa dirinya sebagai Raja itu rupanya tidak terima jika ditegur oleh rakyat. Beliau lebih suka jika rakyat tetap diam meskipun beliau melakukan kesalahan atau hal yang membahayakan keselamatan orang banyak (juga termasuk dirinya sendiri, kan?) Apakah beliau Raja yang baru pertama kali naik pesawat sehingga “tidak sempat mengetahui”  adanya  peraturan yang melarang siapa pun di dalam pesawat menggunakan ponsel?

Bahaya seseorang menggunakan ponsel di dalam pesawat terbang, diantaranya adalah jika sinyal telepon seluleryang menyala saat penerbangan dapat mengganggu komunikasi antar pilot & Air Traffic Control (ATC). Hal tersebut tentu sangat berbahaya karena bisa berpeluang pilot salah membaca panel instrumen yang pada akhirnya bisa membahayakan keselamatan jiwa penumpang & para awak yang ada dalam pesawat.

Kenapa ya, banyak orang yang merasa diri sebagai Raja atau keturunan hebat, namun sikap & perilaku tidak mencerminkan sikap terpuji? Apakah seorang Raja pantas berteriak kasar & menganiaya rakyat? Siapapun yang bersalah harus bisa menerima jika ditegur atau dikritik atau diberi saran. Bapak pejabat yang merasa dirinya adalah Raja, sekarang harus menerima resiko atas sikap & perbuatan tersebut. Beliau dilaporkan ke pihak berwajib & dikenakan pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan. Semoga saat mendekam di hotel prodeo, kesadarannya tumbuh & menyesal lalu memperbaiki diri menjadi orang yang lebih baik lagi. Semoga para aparat hukum berani untuk menindak lanjuti perkara ini & memberi sanksi tegas kepada beliau agar menjadi pelajaran. Seorang Raja sekali pun, jika bersalah seyogyanya mendapat “tindakan tegas” atas kesalahannya & jangan pernah sewenang-wenang pada rakyat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s