Sebuah Renungan Sederhana

Saat menghadiri pengajian di Mesjid Al Barkah, Bekasi pada hari Ahad kemarin (19/5)  tema tausiyah tentang memanfaatkan umur dengan beramal. “Pintu amal tertutup dengan kematian”  Tiap dari kita hendaknya selalu bersyukur jika masih diberi umur oleh Sang Pemberi Kehidupan karena itu artinya kita masih diberi kesempatan untuk melakukan banyak amal ibadah.  Tidak ada satu orang manusia pun yang tidak ingin masuk ke dalam syurga, namun dibutuhkan perjuangan keras jika kita ingin masuk ke dalam syurga.

Amal ibadah seseorang dapat dinilai berkualitas, bukan hanya dilihat dari hal-hal wajib seperti shalat, zakat, atau puasa, namun juga adanya amalan-amalan sederhana seperti wudhu, bersikap jujur, tulus menolong orang lain, & perbuatan-perbuatan baik yang dilandasi dengan iman & ilmu yang benar karena banyak juga perbuatan yang dilakukan oleh sebagian dari kita tanpa dilandasi ilmu melainkan hanya berdasarkan tradisi turun temurun .

“Sesungguhnya kita bisa masuk syurga bukan dari amalan belaka namun adanya rahmat & kasih sayang Allah”. Rahmat & kasih sayang Allah hanya diberikan pada mereka yang senantiasa dalam ketaatan padaNya & berusaha terus untuk berbuat kebaikan. Salah satu kebaikan misalnya, kita tidak segan untuk berbagi rizqi kepada mereka yang membutuhkan karena dalam Al Qur’an surah Al Hadid, QS 57:11 dinyatakan bahwa “Siapa yang mau meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (membalas) pinjaman itu untuknya & ia akan memperoleh pahala yang banyak”  Juga dalam surah Fathir, QS 35:29 dinyatakan bahwa  “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, & menafkahkan sebagian dari rizqi yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam & terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”

Allah Maha Kaya. Kita shalat bukan untuk menambah mulia kerajaanNya karena kerajaanNya akan tetap ada & mulia meskipun tanpa satu orang pun dari kita yang mengingatNya. Kita bersedekah atau berzakat bukan untuk menambah kekayaanNya karena kekayaanNya bukan berasal dari sumbangan kita, justru kita yang selalu diberikan “modal”  olehNya & pahala diberikan kepada kita jika dengan modal tersebut kita manfaatkan untuk berbuat kebaikan. Subhanallah…

Umur adalah rahasia Allah. Tidak seorang manusia pun yang tahu batas hidupnya di dunia. Bisa saja seseorang yang dipanggilNya pulang dalam masa umur produktif, saat usia renta, saat balita, atau bahkan saat baru dikeluarkan dari perut ibu. Bilamana seseorang yang belum akil baligh sudah harus kembali padaNya maka dijamin “aman” di hari akhir nanti karena belum tercatat dosa-dosanya. Sebaliknya, bilamana seseorang yang sudah akil baligh bahkan dewasa, seyogyanya waspada pada malaikat maut yang sewaktu-waktu datang untuk mencabut nyawa. Seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menolong kita jika saat pertanggung jawaban atas semua perbuatan kita terjadi di hari akhir nanti.

Semoga kita bisa menjadi hambaNya yang senantiasa bersyukur & pandai memanfaatkan umur yang tersisa dengan banyak berbuat kebaikan demi menambah bekal pulang menghadapNya, aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s