Yang Hampir Terlewatkan Untuk Diceritakan

Ada yang hampir terlewatkan untuk diceritakan saat liburan di Cilember, Puncak minggu lalu. Setelah makan malam, ada acara perenungan untuk para murid kelas 6 dan Pentas Seni, yang diikuti bukan hanya oleh para murid namun juga para guru.

Bilamana para murid serius mempersiapkan latihan untuk bisa tampil prima saat di atas pentas, mereka berlomba antar kelas dengan 2 kelompok per kelas, kelompok putra & kelompok putri dengan menyajikan modern dance, karena jumlah kelas per level ada 4 maka total peserta murid ada 8 kelompok. Semuanya bagus & menarik, terutama kelompok putri yang  juga memperhatikan performa busananya, pass… buanget! Sedangkan para guru tampil ??

Aku bersama 3 orang teman sebagai peserta yang mewakili level bawah, 1 & 2. Kami sepakat untuk menyanyi sambil menari dengan lagu “Terajana” dari Rhoma Irama. Sengaja memilih lagu yang atraktif, karena kami kuatir penonton akan jenuh jika disuguhi lagu slow. Seorang teman mengusulkan agar kami memakai selendang & baju yang warnanya jreng, seorang lagi sengaja membuat topeng mata agar terkesan seperti “Putri Malam” Belum lagi latihan untuk mengatur gerakan agar kompak.  Betul-betul niat untuk tampil total…

Sebelum acara dimulai, aku sudah meminta tolong panitia untuk mendowload lagu “Terajana” dari internet di laptopnya karena mereka tidak menyediakan sarana jika kami memakai CD / kaset. Begitu waktunya tampil… lho, musiknya tidak kedengaran ya? Mulai bingung tapi posisi tetap on the stage.  Akhirnya setelah 5 menit, bunyi! Mulai kami beraksi seperti yang direncanakan namun tiba-tiba, belum 5 menit, musiknya hilang lagi & bunyi lagi setelah beberapa saat. Begitu seterusnya… membuat kami tidak bisa konsen lagi dengan gerakan. Alhasil, heboh! Penonton dari kalangan murid sebagian besar kulihat melongo, mungkin dalam pikiran mereka “Ngapain tuh ya, ibu-ibu itu di panggung?” atau “Ibu-ibu itu siap tampil gak, ya?” atau berbagai pikiran yang diekspresikan mereka dengan cuma diam. Sebaliknya, penonton dari kalangan guru, tertawa terbahak-bahak, apalagi saat salah seorang temanku, Nur, yang ngeloyor keluar begitu saja karena disangkanya lagu sudah selesai, muncul kembali karena teman yang lain, Tini, spontan memanggilnya. Heboh!!show_5[1]Show_3[1]Show_1[1]

Anyway, kami bersyukur karena semua penonton (rekan-rekan guru) merasa terhibur oleh kami & hilang ngantuk mereka. He he he… ada hikmah dibalik musibah rupanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s