Memandang Hidup Melalui Bebek

Memandang foto sekumpulan bebek yang asyik berenang di sebuah kolam, begitu damai… Anak-anak bebek hampir semua patuh mengekori induknya, cuma ada seekor yang berani membelok, rupanya ingin beda sendiri, menikmati sejuknya air kolam sendiri.

Sebagai manusia yang dianugerahi Allah akal pikiran, haruskah kita “selalu” membebek pada semua kebijakan  penguasa atau pemimpin? Tentu tidak, khan…

Menjadi seorang guru yang  tugasnya mengajar & mendidik siswa, tentunya bukan untuk membentuk siswa seperti bebek yang suka mengekor, tapi siswa bisa menjadi dirinya sendiri yang telah kita lengkapi dengan beberapa kemampuan & pengetahuan hingga siswa menjadi manusia yang berkualitas di kemudian hari.

Tidak mudah menjadi guru karena harus mampu menjadi contoh yang baik bagi siswa karena mereka adalah amanah yang dititipi Allah pada kita & sebagai bekal (harta)  saat nanti dimintai pertanggung jawaban di hari akhir.

Bukan berarti bebek tidak ada manfaatnya karena tiap mahluk diciptakan Allah pastilah ada manfaatnya.  Damainya bebek yang berenang, menikmati sejuknya air kolam bersama… akan sangat indah jika manusia “mengekori” dengan menjaga kedamaian di muka bumi & menikmati setiap episode hidup dengan bersyukur atas ni’mat & bersabar  atas cobaan bahkan musibah.

Maha Besar Allah yang telah menciptkan semua kejadian dengan sempurna….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s