Saat Pengajian 4 Bulanan Diadakan

Salah seorang saudaraku sedang mengandung 4 bulan. Oleh keluarganya, diadakanlah acara pengajian. Bilamana dulu terkenal ritual nujuh bulan yang kurang lebih berarti selamatan saat janin dalam kandungan berusia 7 bulan, kini yang sering diadakan adalah pengajian saat janin dalam kandungan berusia 4 bulan. Menurut mereka yang meyakini untuk dijadikan sebagai ritual wajib karena pada usia 4 bulan roh bagi si janin ditiupkan & dicatatkan tentang umur, rizqi, jodoh, & matinya.

Tepat pukul 10.00 acara pengajian dimulai. Aku duduk bersama para ibu anggota pengajian  &  keluarga dari penyelenggara acara. Diawali dengan sedikit sambutan dari sang calon ayah, lalu diteruskan dengan pemberitahuan surah-surah dalam Al Qur’an yang akan dibaca. Cukup banyak surah yang akan dibaca, antara lain surah Yassin, Ar Rahman, Al Waqi’ah, Yusuf, Maryam, & sebagian Al Baqarah. Subhanallah… Aku langsung berfikir, semua surah tersebut harus dibaca, kapan selesainya acara pengajian?

Ternyata aku salah! Kecuali surah Yassin yang dibacakan bersama-sama, surah-surah yang lain ada yang ditugasi untuk membacanya. Oooh…  Setelah selesai semua surah dibaca, maka doa dipanjatkan.  Bukan hanya ditujukan bagi sang calon ibu & bayinya, namun juga bagi anggota keluarga yang telah mendahului berpulang ke Rahmatullah. Kemudian, dilanjutkan tausiyah.

Dalam tausiyah, ibu ustadzah menekankan betapa pentingnya memiliki anak shaleh / shaleha dalam keluarga karena akan menolong orang tuanya di hari kiamat kelak.  Tiap amalan yang dilakukan oleh anak shaleh / shaleha tidak akan sia-sia, bahkan doanya pasti akan didengar & diijabah Allah. Bilamana orang tua sudah tiada,  sosok anak shaleh / shaleha yang akan menjadi pertolongannya di alam kubur.

Setiap dari kita pasti akan mati.  Camat= calon mati. Tiada seorang pun yang tahu kapan malaikat maut akan menjemput. Bekal amalan kebaikan yang harus terus ditingkatkan jika kita ingin selamat. Terlebih jika kita ingin orang tua mendapatkan kucuran pahala dari perbuatan kita, artinya kita harus menjaga tiap perbuatan “tidak keluar dari apa yang sudah diperintahkan Allah SWT untuk dikerjakan & berupaya menghindari apa yang sudah dilarang Allah SWT”

Berat… berat sekali menjalani ujian Allah namun harus terus diyakini bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan tiap usaha hambaNya menuju kebajikan. Maha Besar Allah yang selalu memberikan kesempatan hambaNya untuk kembali ke jalanNya jika kita melakukan kesalahan. Maha Suci Allah yang selalu memberikan kesempatan hambaNya untuk belajar memperdalam ilmuNya agar bisa selamat dunia akherat. Maha Pengampun Allah yang selalu mengampuni dosa hambaNya yang seluas lautan sekali pun jika ia betul-betul bertobat, tidak mau mengulanginya lagi, & terus menerus beramal.

Teringat aku pada mama… papa… betapa sedihnya mereka jika aku yang satu-satunya putri mereka, tidak bisa “berbuat sesuatu” sebagai bukti baktiku pada mereka. Aku menyayangi mama papa… menghormati mama papa… namun apakah aku layak disebut anak shaleha yang bisa menolong mereka, baik di alam kubur maupun di akherat kelak??

Pengajian 4 bulanan mengingatkan aku untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah sekaligus berusaha terus menerus melakukan amalan agar aku bisa termasuk anak shaleha. Banyak pe-er yang belum selesai aku kerjakan. Beratnya ujian Allah harus kujalani dengan ikhlas demi  meraih cintaNya, ridhoNya, pertolonganNya, & kemenangan di hari akhir kelak, aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s