My Students Like Learning English

Beragam cara diupayakan oleh seorang guru demi mencegah kejenuhan siswa belajar sekaligus mampu meningkatkan kemampuan siswa dari tiap pelajaran. Bahasa Inggris! Bukan pelajaran mudah, tapi juga bukan pelajaran sukar jika dijalani dengan rasa suka. Thank God, my students like English lesson.  

As usual, di awal materi baru, aku selalu mengajarkan mereka untuk mendengar  pronouncation tiap kata terlebih dulu. Kemudian mereka mengulangi secara bersama-sama. Mereka mendengar, mengulangi ucapan, sambil melihat apa yang diucapkan dalam buku. Setelah aku yakin mereka semua bisa mengucapkan tiap kata dengan baik, maka aku akan memberi catatan Vocabulary. Sebagian dari apa yang sudah ada dalam buku paket, sebagian lagi aku tambahkan dari referensi lain. Setelah catatan Vocabulary, aku membuat beberapa contoh dalam kalimat singkat.

Topik pertama di semester dua adalah tentang Food and Drinks. Aku bersyukur, media gambar yang aku pernah download dari internet dua tahun lalu tentang beragam jenis makanan & minuman, masih ada & dalam kondisi baik. Belajar dengan media gambar sangat penting untuk siswa kelas bawah. Saat awal ditunjukkan, mereka akan lebih mudah mengingat. Saat latihan maupun games, mereka akan lebih antusias & lancar menjawab.

Bilamana pada pertemuan pertama adalah pengenalan, maka pada pertemuan kedua aku sudah masuk ke praktek , baik itu perorangan maupun bersama-sama, baik itu test kata maupun kalimat. Conversation atau percakapan dalam kalimat sederhana dengan tetap memperhatikan grammar.  Di dalam buku, diberikan tambahan kata yang harus digunakan yaitu would like.  Juga ada breakfast, lunch, dinner.

           english1 Teacher: “Have you having breakfast?”

            Student: “Yes, I have”

            Teacher: “What  would like for breakfast?”

            Student: “I would like bread with jam and milk”

            Teacher: “Would you like pizza and softdrink for breakfast?”

   Begitu seterusnya. Mula-mula mereka menjawab pelan karena takut salah, tapi aku terus-menerus mengulanginya sekaligus membetulkannya langsung jika ada jawaban yang kurang tepat, sehingga mereka menjadi berani. Berani bicara, itu yang aku tekankan pada mereka. Satu persatu dari mereka pasti aku tanyai jadi aku tau sejauh mana kemampuan masing-masing.

Setelah aku tanya mereka satu persatu, aku haruskan mereka berdialog dengan pasangan. Saling bertanya dan saling menjawab. Diberi waktu untuk latihan, lalu jika namanya kupanggil untuk maju, mereka harus sudah siap.

Pertemuan ketiga terkadang aku mengawali dengan dictation. Melatih daya ingat mereka pada vocabulary. Lalu mengerjakan latihan tertulis perorangan. Jika waktunya masih panjang, aku memberikan latihan dengan games. Mereka sangat menyukainya.

Beberapa games aku terapkan. Duduk membuat lingkaran besar, bertanya pada teman di sebelah kanannya & teman tersebut harus menjawab, lalu selesai menjawab, ia akan bertanya lagi kepada teman di sebelah kanannya lagi. Begitu seterusnya. Pertanyaan boleh sama, tapi jawaban harus berbeda karena aku sudah cukup banyak memberikan mereka jenis makanan & minuman di catatan.

Games lain, mereka duduk di lantai dalam beberapa baris, menghadap ke arah papan tulis.  Sebuah bangku aku letakkan di depan mereka & aku menamainya “hot seat”  alias kursi panas. Karena siapa pun yang duduk di kursi itu akan merasakan ketegangan untuk menjawab pertanyaan. Dalam posisi duduk menghadap ke arah teman-temannya, ia harus menebak kata yang aku tulis di papan tulis  atau gambar yang aku tunjukkan kepada semua siswa kecuali ia!  Semua boleh membantu dengan memberikan clue tapi kubatasi tidak lebih dari 5 orang. Oh ya!  Dalam games ini, aku bagi mereka dalam 2 groups, boys & girls. Yang boleh membantu untuk memberi clue adalah teman sekelompoknya. Tentu ada score agar lebih hidup suasananya.

Games lain adalah pesan berantai. Mereka duduk berbaris, terbagi atas 5 baris. Tiap kelompok, wakilnya maju ke depan untuk mengambil kertas  yang sudah aku gulung sebelumnya. Ia membacanya sebentar, lalu berbisik pada teman di belakangnya, lalu temannya itu melakukan hal sama ke teman di belakangnya lagi, & begitu seterusnya. Siswa yang paling belakang, harus mengucapkannya dengan keras atau menuliskannya di papan tulis.

Games lain adalah merangkai kata menjadi kalimat dengan pasangan gelap. Maksudnya, tiap dari mereka akan menerima gulungan kertas yang bertuliskan 1 kata saja, lalu mereka harus mencari kecocokannya dari orang lain yang belum diketahui sebelumnya. Setelah ketemu dengan orang  lain yang cocok, misalkan noodles dengan meatballs serta juice, mereka bergabung menjadi 1 group & bersama-sama membuat kalimat dalam bentuk positive, negative, and interrogative

wwg-3wwg-2wwg-1

 My students like working in groups. Bersama-sama menjawab pertanyaan secara tertulis baik dengan soal yang aku tulis dalam gulungan kertas origami maupun dengan  media gambar yang mereka bawa sebelumnya dari rumah. Aku tugasi mereka  untuk masing-masing membawa sebuah gambar tentang makanan & sebuah gambar tentang minuman, berwarna!  Tiap anak menulis dulu ke dalam 3 bentuk kalimat diatas berdasarkan gambar masing-masing, lalu setelah selesai, diberikan kepada teman di sebelah kanannya. Saat melakukan ini, mereka aku kondisikan dalam bentuk lingkaran kecil. 5 atau 6 anak per kelompok. Mereka menyukainya meskipun mereka harus menulis banyak.  Mereka tidak mengeluh atau merasa lelah karena mereka mengerjakan bersama-sama. Terkadang ada anak yang bingung untuk menebak gambarnya, maka aku ikut membantu.

 Alhamdulillah… kelasku tidak pernah jelek perolehan nilai pelajaran Bahasa Inggris.  Rata-rata kelas tiap selesai ulangan selalu diatas 9. Murid yang mendapat nilai 9 ke atas jauh lebih banyak murid yang mendapat nilai di bawah 9. Jarang sekali yang mendapat nilai di bawah 8. Kalau pun ada, cuma 1 orang & langsung aku her meskipun her lisan. Sekolah menetapkan nilai minimum untuk semua pelajaran di kelasku adalah 8,0 tapi aku pribadi menetapkan pada murid-muridku 8,5 untuk pelajaran tertentu, termasuk pelajaran Bahasa Inggris. Berat?  Tidak karena aku yakin kemampuanku menggembleng mereka & kemampuan mereka dalam menyerap ilmu. Selain mereka memang murid-murid kelas unggulan, mereka juga menyukai pelajarannya.

 tertawa2Alhamdulillah… kerja sama aku dengan murid-muridku membuahkan hasil. Terlebih saat mereka berkata bahwa mereka menyukai pelajaran Bahasa Inggris, membuatku sangat bersyukur. Suatu pekerjaan yang didasari rasa suka, maka tidak akan pernah terasa berat, Insya Allah

2 comments on “My Students Like Learning English

  1. Dedi Dwitagama mengatakan:

    good posting … foto”nya bercerita

    • dewipangalila mengatakan:

      Terima kasih banyak Pa Dedi… sebetulnya masih banyak kegiatan murid yang ingin saya dokumentasikan tapi ada kendala di hp saya. Insya Allah suatu saat, bisa lebih baik. Sekali lagi, terima kasih Pa Dedi atas atensinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s