Di Hari Pemilukada Jawa Barat

Hari Minggu dimana Pemilukada berlangsung, aku memilih melakukan aktivitas rutin ikut pengajian ke Mesjid Al Azhar Jakarta. Aku tidak nyoblos karena aku memilih untuk golput. Bis Patas AC jurusan Bekasi-Blok M sangat jarang. Kata supir, banyak yang pulang kampung untuk nyoblos. Sampai di Jl. Sudirman, kulihat banyak orang yang bersepeda. Ah… andaikan aku punya sepeda, mungkin aku akan melakukan hal sama seperti mereka. Busway yang aku naiki dari Komdak ke masjid, tidak seperti biasa, agak kosong. Aku pun bisa langsung dapat tempat duduk.

 Kajiian ilmu di minggu keempat adalah tentang hadist. Diawali oleh lantunan ayat suci Al Qur’an Al Ankabut ayat 1-8, aku mempersiapkan diri dengan khusyuk untuk menerima ilmu dari Ustadz  DR Luthfi Fathullah, MA. Beliau adalah pakar hadist yang sering muncul tiap Minggu pagi di TVRI.

 Bersumberkan Hadist Arbain An Nawawi, tausiyah yang diiringi dengan penampilan isi materi lewat LCD, mengingatkan bahwa “pahala kebaikan pasti akan dilipatgandakan Allah”. Sesungguhnya bagi orang muslim, Allah sudah menetapkan adanya kebaikan & keburukan. Jika seseorang yang berniat akan melakukan kebaikan, maka Allah akan mencatat 1x pahala kebaikannya.  Lalu jika ia mengamalkannya, maka Allah akan mencatatnya 10 – 700x bahkan bisa lebih pahala kebaikannya, tergantung keikhlasannya, nilai, waktu, tempat, usia, maupun kebutuhan. Misalkan, seorang kaya yang bersedekah 100ribu tentu tidak akan sama pahalanya dengan seorang miskin yang bersedekah dengan nilai sama.

Sebaliknya, jika seseorang yang berniat melakukan kejahatan, Allah tidak akan mencatat apa-apa kecuali saat ia mempraktekkan niatnya itu & ia akan mendapat nilai 1x ganjaran dari apa yang telah ia kerjakan.

Yang juga harus selalu kita ingat bahwa “sebanyak apa pun amal kebaikan yang kita lakukan demi meraih pahala, tetap sulit untuk menembus syurga jika tiada rahmat / ridho Allah.”  Jadi, syurga tidak bisa dibayar dengan amalan saja. Rahmat / ridho Allah bisa kita raih melalui banyaknya kita berbuat kebaikan.

Hadist berikutnya adalah keutamaan dalam melakukan amalan sunnah, baik itu shalat rawatib, shalat tahajud, shaum Senin- Kamis, sedekah & infaq… berusaha & berusaha untuk meraih cintaNya. Dalam sebuah Hadist Qudsi disebutkan bahwa “Barang siapa yang memusuhi waliKu maka Aku akan mengumumkan perang kepadanya hamba-hambaKu  yang mengamalkan sunnah maka Aku mencintainya

Siapakah Wali Allah? Mereka yang mengamalkan ibadah dengan sempurna, baik itu ibadah wajib maupun ibadah sunnah agar dicintai Allah. Ni’matnya jika kita termasuk hamba yang dicintaiNya karena apa pun yang kita minta, Allah pasti akan kabulkan & tiap langkah kita dijamin selalu dalam genggamanNya.

Tiap dari kita bisa menjadi Wali Allah asalkan kita ada kemauan & usaha yang sungguh-sungguh melakukan ibadah & amalan kebaikan. Semoga saja usia yang tersisa ini bukanlah usia yang sia-sia… semoga tiap usahaku dalam menuntut ilmu ini dicatat sebagai amalan yang bisa diperhitungkan di hari akhir nanti… semoga sampai akhir hayatku selalu dalam kebaikan & ridoNya, aamiin….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s