Beratnya Menjaga Nama Baik Seorang Perempuan

Beberapa minggu lalu media menyiarkan berita tentang penangkapan belasan orang di rumah seorang artis yang sedang menyelenggarkan pesta narkoba, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Waktunya menjelang dini hari atau subuh, yang juga disaksikan oleh Ketua RT setempat.

Salah seorang perempuan berada di rumah laki-laki yang bukan keluarga pada dini hari di mana di sana diketahui  sedang melangsungkan  “pesta narkoba”. Parahnya, perempuan tersebut adalah artis dan ibu rumah tangga yang merangkap anggota dewan yang terhormat dari suatu partai politik besar yang beraliran Islam.  Waduuhh… koq bisa ya??

Lepas dari benar tidaknya perempuan tersebut sebagai konsumen narkoba, namun  norma agama telah mengatur seorang perempuan dalam menjaga martabat dan kehormatannya, juga norma kesopanan. Tentunya tidak etis bagi seorang perempuan mulai dari malam hingga dini hari berada di luar rumah, tanpa didampingi muhrim (anggota keluarganya atau pendamping sah). Terlebih jika perempuan itu adalah seorang ibu yang memiliki keluarga karena ada anak yang membutuhkan kehadiran ibunya, terlebih lagi ia seorang public figure

Di sisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang kita butuh orang lain atau teman untuk bersosialisasi. Di kota-kota besar seperti misalnya Jakarta, banyak sarana dan prasarana yang mendukung untuk orang yang mau memperluas pergaulan di malam hari karena dianggap waktu siang hari untuk bekerja.

Perempuan…rentan sekali untuk kena fitnah dan menjadi korban kejahatan. Perempuan…berat sekali menjaga diri dan nama baik daripada laki-laki. Perempuan…sesungguhnya dimuliakan Allah dan diangkat kedudukannya dengan hadirnya kitab suci Al Qur’an.  Perempuan…sadarlah, kita sebenarnya adalah penentu maju tidaknya suatu bangsa dan baik tidaknya generasi penerus kita.

Bilamana nama baik sudah tercemar, tentulah berat untuk menghapusnya kembali menjadi bersih. Dalam hadist sudah diperingatkan bahwa “jika kita berdekatan dengan penjual minyak wangi maka kita akan tercium wangi dan sebaliknya, jika kita berdekatan dengan tukang besi maka kita akan terkena asapnya”  Jadi, hendaknya kita pandai mencari teman bergaul agar selamat dari fitnah dunia maupun akherat. Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s