Banjir… Oh, Banjir…

Siapa bilang cuma Jakarta yang menjadi tempat persinggahan banjir? Bekasi, si tetangga, juga dikunjungi dengan semangat oleh yang namanya banjir. Sebagai kota yang memiliki kawasan indistri dan hunian, menurut berita seharusnya memiliki ruang terbuka hijau yang memadai minimal 30%. Sedangkan realitanya cuma 10% saja dari keseluruhan luas lahan.
banjir-2Banjir… jangan pernah menyalahkan alam, tapi seharusnya kita bercermin , “Apa yang telah kita lakukan sehingga terjadi banjir? Bagaimana dengan kebiasan membuang sampah sembarangan? Bagaimana dengan mudahnya izin untuk membangun gedung atau mall baru? Bagaimana dengan banyaknya gorong-gorong yang ditutupi beton? Bagaimana dengan hilangnya pepohonan atau tanaman di sepanjang jalan? Bagaimana…?”
Sebuah perumahan elite yang terletak di Tambun Selatan, tahun ini tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan tamu istemewa bernama banjir. Jika dulu-dulu tidak pernah tamu mau mampir ke tempat itu, berbeda dengan saat ini. Alhasil, panik… heboh… dan semakin macet transportasi yang melewati daerah di sekitarnya.
Masya Allah… kekuatan alam memang dahsyat dan semua itu tidak mungkin terjadi tanpa izin dari Sang Pemilik Alam. Banyak tafakur, instropeksi … sambil berbenah diri agar hal ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s