Demam Blusukan Pada Pemimpin

Blusukan!  Apaan tuh, jenis makanan baru? Tanyaku dalam hati saat pertama kali mendengar kata itu. Ternyata… baca berita tentang Jokowi, gubernur baru DKI Jakarta, “Jokowi kemarin blusukan ke daerah yang terkena banjir di Jakarta

Ooh… baru aku mengerti arti kata ‘blusukan’ ternyata artinya berkunjung ke tempat-tempat yang belum pernah didatangi secara mendadak.  Belum lama aku membaca berita tentang Jokowi blusukan, disusul kemudian oleh banyaknya berita tentang Presiden RI SBY yang juga blusukan ke perkampungan nelayan, Desa Tanjung Pasir, Tangerang. Yang menarik saat membaca tentang berita blusukan SBY ada tambahan kalimat bahwa ‘salah besar jika Jokowi yang mempelopori blusukan karena SBY sudah melakukan hal itu jauh-jauh hari sebelumnya, sejak masa kampanye tahun 2004’. So what  gitu  loh?!

Para pendukung SBY lupa rupanya bahwa apa yang dilakukan oleh Bapak Presiden kita adalah hal yang memang sudah seyogyanya dilakukan sebagai pemimpin. Bukan hanya karena beliau adalah seorang pemimpin yang wajib memperhatikan kondisi rakyatnya, namun juga  sebagai seorang muslim tentunya beliau ingin mencontoh ketauladanan sikap para pemimpin baginda Muhammad SAW maupun para sahabatnya. Salah satu khalifah yang terkenal arif, bijaksana, dan sangat memperhatikan kondisi rakyatnya adalah Umar bin Khattab.

Membaca riwayat sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Umar bin Khattab disebutkan bahwa beliau rela hidup dalam kekurangan demi menjaga kepercayaan rakyatnya tentang pengelolaan kekayaan negara. Beliau terkenal sangat ahli dalam mengatur dan mengelola kekayaan negara, namun yang lebih hebat adalah beliau sangat amanah dan tidak pernah mau secuil pun memanfaatkan fasilitas negaranya. Wow, subhanallah…  

Contoh sikap terpuji Umar bin Khattab adalah pernah memikul jagung sendiri ke pasar untuk menjamu orang-orang di pasar tersebut. Beliau selalu mengikrarkan diri bahwa “biarlah saya paling dulu lapar dan paling terakhir kenyang” bahkan beliau berjanji tidak akan makan minyak zaitun dan daging sampai seluruh kaum muslimin di sekitarnya kenyang memakannya! Beliau pernah merasa sangat bersalah saat “blusukan” di malam hari ke perkampungan rakyatnya kemudian mendengar suara anak yang terus menangis dan beliau melihat si ibu yang hanya mampu merebus sebuah batu untuk menenangkan anaknya karena tidak ada makanan sama sekali di rumahnya. Akhirnya malam itu juga, beliau mengangkat sendiri beberapa karung gandum ke rumah anak yang menangis itu, “Mengangkut sendiri” karena merasa itu sudah menjadi tanggung jawabnya dan untuk menebus rasa bersalahnya karena sudah lalai membiarkan ada rakyatnya yang masih kelaparan. Subhanallah

Adakah pemimpin di jaman sekarang yang sanggup melakukan hal seperti Umar bin Khattab? Blusukan lalu setelah melihat ada ketidakadilan atau kekurangan rakyatnya lalu “berani dan bersedia” membagikan seluruh apa yang dimilikinya untuk rakyatnya?? Padahal kita semua tahu bahwa rakyat Indonesia masih banyak yang hidup dibawah  garis kemiskinan. Jangankan di daerah, di Jakarta pun masih ada.  Hemm…

Pemimpin blusukan… bagaimana hasilnya? Semoga ada hasil nyata yang lebih baik dari blusukan pemimpin, amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s