Pemimpin Perempuan, Bolehkah?

Bulan Pebruari 2013 nanti, Jawa Barat akan mengadakan pilkada (pemilihan kepala daerah). Salah satu kandidat pemimpin daerah adalah perempuan. Dalam agama Islam, bolehkah seorang perempuan menjadi pemimpin?

Kepemimpinan erat hubungannya dengan politik. Artinya perempuan memiliki hak sama dengan laki-laki untuk berpendapat, berorganisasi, dan menjadi anggota dari lembaga perwakilan. Namun jika untuk memperoleh kekuasaan, menurut beberapa ulama, dilarang jika pemimpin seorang perempuan sepanjang masih ada laki-laki karena bersandar pada “tidak ada nabi dan rasul perempuan”

It has been long argued that Islam discourages women. There is a statement that men who leads over women. As we know, women were created from men’s rib. So that makes women fragile and should be treated gently. According to these, women are perceived as emotional and men are rational. Women are supposed being soft, patient, impulsive, and lack intelligence. Men are supposed being strong, alert, intelligent, and lack patience. Is it true that women lack intelligence?

I certainly believe that  Islam has never tolerated any form of discrimination. I think, the sacred texts  should be reconstructed  and adapted them to the current situation.

 “Setiap kita adalah pemimpin dan tiap kita bertanggung jawab atas kepemimpinan. Laki-laki adalah pemimipin dalam keluarga dan ia harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya itu. Sedangkan perempuan adalah pemimpin dalam rumah suaminya”

Rasulullah SAW menegaskan bahwa semua manusia adalah pemimpin dan kaum laki-laki adalah pemimpin kaum perempuan karena Allah sudah  melebihkan mereka atas sebagian yang lain. Bahwa memang dalam rumah tangga, seorang laki-laki adalah pemimpin ( imam ) dalam keluarga karena tugasnya mencari nafkah bagi istri dan anak-anaknya,  namun hal itu berbeda jika dalam organisasi atau lembaga pemerintahan. Islam memberi hak dan kesempatan perempuan untuk berkarir dengan tidak melalaikan fungsi dan kedudukan sebagai perempuan. Hal itu sebagai implementasi membebaskan perempuan dari belenggu kebodohan dan ketertinggalan.

Perkembangan perempuan masa kini banyak memperoleh kesempatan untuk belajar dan menuntut ilmu setinggi mungkin. Bukan untuk menyombongkan diri, tapi untuk menyempurnakan rasa syukur kita karena telah diberi akal pikiran dan bisa memberikan sumbangsih kepada lingkungan sekitar. Menjadi perempuan bukan berarti tidak perlu mengasah kemampuan karena tiap dari kita dibekali potensi. Menjadi perempuan tetap harus semangat untuk meraih cita-cita setinggi langit. Jadi, memiliki pemimpin seorang perempuan yang terpenting adalah  sejauh mana ia memiliki kualitas dan kriteria seorang pemimpin  yang dapat mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia. Majulah perempuan Indonesia dengan kecerdasan dan ketaqwaan!!…

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s