Demi Materi, Seorang Ibu Menjual Anaknya

Seorang ibu muda di Medan diberitakan tertangkap petugas karena telah menjual anaknya (Rabu, 26/12/2012). Dengan harga 5 juta rupiah, ia melepaskan anaknya untuk diasuh dan dibesarkan oleh orang lain. Alasannya, karena ia tidak punya uang untuk menyekolahkan anaknya yang telah berumur 6 tahun dan agar si anak punya masa depan yang lebih baik, tidak seperti dirinya yang berprofesi sebagai wanita tuna susila. Artinya, ia tetap akan berprofesi seperti itu dan anaknya diamankan ke tempat lain.
Duh, miris rasanya membaca berita itu… Seorang wanita yang telah salah memilih profesi, ditambah lagi tidak adanya keinginan keluar dari lingkungan hitam tersebut sehingga harus mengorbankan diri berpisah dengan anak yang keluar dari rahimnya sendiri.
Hidup adalah pilihan. Manusia tidak ada yang lepas dari dosa dan khilaf. Tapi jika sudah sadar diri kita salah, apakah harus bertahan dengan kesalahan kita karena menganut prinsip “sudah kepalang basah”
Lagi-lagi seorang wanita… masih muda, 31 tahun. Alangkah disayangkan tidak ada kerabatnya yang peduli untuk mengingatkan bahwa hal yang harus dilakukannya adalah berhenti dari pekerjaan kotor dan beralih ke pekerjaan lain yang halal. Tidak masalah menjadi pembantu atau pelayan toko atau restaurant atau apalah, yang penting halal!
Lingkungan di mana seorang wanita yang berprofesi salah tapi punya keinginan kuat untuk memperbaiki diri, hendaknya juga mendukung. Beri kesempatan, bahkan beri bekal ketrampilan agar yang bersangkutan menjadi percaya diri. Jangan sampai cuma menghakimi dan mungkin, menyumpahi tapi tidak ada solusi.cats
Apakah akan dibiarkan terus terjadi seorang ibu yang menjual anak kandungnya karena alasan materi? Sedemikian lemahkah wanita sehingga pasrah pada keadaan dan tidak berani untuk melakukan sesuatu yang baru yang lebih baik? Haruskah banyak anak yang tidak perlu merasakan kasih sayang dan kebersamaan dengan ibunya?
Wanita adalah salah satu tiang penyangga negara. Banyaknya wanita yang kuat akan menghasilkan anak-anak yang juga kuat dan mampu untuk menjadi generasi muda yang mengisi pembangunan negara dengan kecerdasan, keuletan, dan ketangguhan menghadapi berbagai tantangan. Semoga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s