Seorang Malala Yousafzai

Berita yang cukup menarik perhatianku. Seorang remaja putri bernama Malala Yousafzai (15 tahun) dari Pakistan telah menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu tokoh remaja yang berani membela hak perempuan untuk bersekolah dan mengkampanyekan pendidikan bagi kaum perempuan melalui tulisannya di blog.

Sebagaimana kita ketahui, Pakistan adalah negara yang dilanda konflik berkepanjangan antara pemerintah dan kelompok Taliban. Malangnya Malala tinggal di daerah yang dikuasai oleh kelompok Taliban yang memiliki aturan bahwa kaum perempuan tidak boleh bersekolah. Malala yang berbeda dengan gadis kebanyakan di negaranya, tidak mau menuruti aturan tersebut.  Ia melakukan postingan blog yang diterbitkan BBC  dengan menceritakan penderitaan rakyat dan sulitnya kehidupan di Swat Valley, Pakistan. Sebagai seorang remaja yang memiliki kecerdasan dan keberanian tinggi berbicara kepada PBB, pemerintah, dan LSM bahwa kunci untuk meningkatkan standar hidup di negara berkembang adalah pemberdayaan perempuan dan remaja perempuan. Kurang dari 1% remaja di Pakistan yang bisa bersekolah. Larangan bagi anak-anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dinyatakan dengan menghancurkan sekolah-sekolah yang ada anak-anak perempuan.

malala-dewiPerbuatan Malala tersebut membuat geram kelompok Taliban. Suatu hari, Selasa tanggal 9 Oktober 2012,  Malala ditembak kepalanya dalam bus yang mengantarnya pulang dari sekolah.  Ia berhasil diselamatkan melalui operasi di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham, London.  Nyawa seseorang ada di tangan Sang Pencipta, itulah yang Allah tunjukkan pada kelompok Taliban yang menginginkan Malala mati. Dan saat tersadar, hal pertama yang diutarakannya pada sang ayah yang menungguinya selama ia di rumah sakit adalah kondisi adik-adik perempuannya dan ingin dikirimkan buku-buku pelajarannya. Subhanallah...

Semangat Malala dalam memperjuangkan kaum perempuan di negrinya dalam usia yang masih belia membuat saya terpekur. Sudah seberapa banyak usaha saya melakukan sesuatu untuk para kaum perempuan di negara saya, terutama mereka yang tinggal di pedesaan atau bukan di kota besar? Masih banyaknya perempuan muda yang bersedia menjadi TKW di negara-negara yang terkenal dengan pelecehan pada kaum perempuan adalah salah satu contoh bahwa kaum perempuan Indonesia juga masih harus bangkit dan bersemangat untuk menimba ilmu demi masa depan yang lebih baik dan harga diri bangsa maupun pribadi.  Seorang Malala telah menginspirasi saya untuk bisa berbuat lebih banyak lagi pada kaum perempuan melalui ilmu yang saya punya. Insya Allah, sutu hari nanti…

2 comments on “Seorang Malala Yousafzai

  1. Dedi Dwitagama mengatakan:

    Reblogged this on and commented:
    Remaja yang berjuang lewat blog, hebat sekali deh

    • dewipangalila mengatakan:

      Betul sekali, Pak Dedi… Sangat menyentuh kejadian yang menimpa seorang Malala Yousafzai dan membuat terpecut diri ini agar bisa berbuat seperti dia, memperjuangkan nasib perempuan di negaranya. Indonesia juga masih banyak perempuan yang “belum melek pendidikan” hanya bedanya bukan dilarang, tapi kar’na kondisi keluarga atau lingkungan yang kurang mendukung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s