Suffering For HIS Love

TAHUN BERGANTI, 1434 Hijriah…

      Dalam kesendirian dan keheningan, aku merenung. Mengingat semua yang telah terjadi sepanjang hidupku… betapa banyak hal yang terjadi. Pahit… manis… senang… susah… terutama kejadian-kejadian pahit yang tidak berhenti mendatangiku. Dan kejadian paliiing… pahit dalam hidupku adalah saat aku kehilangan papa mama selamanya. Mereka dipanggil Allah secara mendadak! Belum sempat aku minta maaf, belum sempat aku membahagiakan mereka, belum sempat aku menunjukkan baktiku yang terbaik sebagai anak…

     Cuma dengan kebesaranNya dan kebaikanNya aku bisa kuat hingga sekarang. Subhanallah, aku dituntun untuk bisa memperoleh ilmu agar mampu menyikapi semua kejadian hidupku dengan baik. Kadang air mata tetap mengalir namun aku selalu yakin bahwa Allah bersamaku dan ada hikmah di balik semua kejadian.

      “Sesungguhnya seorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Allah, namun tiada satu amal yang bisa menghantarkan ke sana. Maka Allah senantiasa mengujinya dengan sesuatu yang tidak disukainya sehingga ia bisa sampai pada kedudukan yang dikehendaki Allah” (HR al Hakim). “Allah mempersiapkan bagi hambaNya kedudukan (yang tinggi) di syurga yang mereka tidak akan mampu mencapai kedudukan tsb hanya dengan amalan shaleh mereka & mereka tidak mencapainya kecuali dengan ujian & musibah” (Ibnul Qoyyim rahimahullah), sedangkan sabda Rasulullah “Innalloha idza ahabba’ abdan ibtalaahu”

          Subhanallah… kepahitan yang ditakdirkan Allah padaku adalah sarana untuk meraih kedudukan tinggi di sisiNya. And it would be bad if I lost my attitude,  eliminate gifts and only focus on the things that are unpleasant but that surely HIS goodness. Bitterness is a cleanser of sins, like a mother who sees her son had a shower but still dirty, then assisted washed to completely clean…

          Tetap bersyukur dan tersenyum saat menjalani ujian kepahitan karena semua ini demi kebaikanku sendiri, tanda bukti Allah memang mencintaiku. Juga kuyakini bahwa Allah  tidak akan pernah memberi ujian yang melebihi batas kekuatan / kemampuanku, sebagaimana yang telah ditulis dalam Al Qur’an. Demi meraih cintaNya, aku ikhlas menderita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s