Learning English in Class 2 Fatimah

Teach about “Clothes” to my students is going well. The students look enjoy the lesson. They can understand it fast. I give the questions to one by one or all of them, their responds good and the answers mostly true. I call some of the students to be models in front of the class because I hardly believe that through demontration is more acceptable and… it works! When I give them writing exercise, they do correctly. Risma, Najla, and Aliiya, who are usually make incorrect answers, capable to reach score 8. Alhamdulillah… thanks to God. Today is my day…

At the first time, I teach English

“How are you, students?”

“ I am fine, thank you. And you?”

Begitu terus dialog “greeting” selama bertahun-tahun di sekolah kami. Duh, tidak adakah kalimat lain yang juga bermakna sama?

“How is your life, Andra?”

Silent, no answer. My student don’t understand what I’m talking about.

“Oke students, you ask me first…”

“How are you, Miss Dewi?”

“I am very well, thank you. And what about you?”

Everybody smiles.  Semua muridku akhirnya mengerti bahwa terdapat “greeting” lain dari yang mereka dengar selama ini. Terlebih saat saya ciptakan sebuah lagu “The Greeting Song”  so they learn with sing happily…

Pada hari yang lain…

“Risma, is the elephant big?” tanya saya sambil memperlihatkan gambar seekor gajah.

“Is the elephant big,” jawabnya yang merupakan pengulangan kata tanya tadi. Waduh!

Saya panggil seorang anak ke depan kelas yang cukup pintar dan bertubuh kecil, Afnan namanya.

“ Afnan, is the elephant big?”  tanya saya pada Afnan dan Risma serta semua anak di kelas mendengarkan.

“Yes, it is big” jawab Afnan lantang.

“Are you big?”  tanya saya kemudian padanya.

“No, I am not. I am small”

“Very good”  Untuk meyakinkan, saya coba lagi memanggil beberapa anak lain ke depan kelas.

“Faiz, are you tall?”

“Yes, I am tall.”

“Is Afnan tall?”

“No, he is not. He is short”

“Oke, good answers. Now, look at me. Am I fat?”

“No. you are not. You are thin”

“Kids, all of you… Is your teacher fat?” pertanyaan sama tapi dengan awalan yang beda.

“No, she is not. She is thin” teriak beberapa murid yang pintar. Mereka yang belum terlalu mampu menjawab, mendengarkan dengan seksama. Namun, saat saya mengulang pertanyaan dengan kalimat tanya yang sama dan butuh jawaban yang sama, semua murid mampu menjawab dengan benar.

Begitulah. Pembelajaran bagi anak-anak di kelas dua sekolah dasar  tidak bisa cukup dengan teori. Meskipun sudah dibantu dengan media gambar, akan lebih efektif dengan adanya model.

Dengan adanya model, tujuan pembelajaran agar anak-anak mengetahui cara menjawab tepat pertanyaan dalam dialog singkat, lebih cepat, dan mudah  diingat. Bahkan bisa mengasah keberanian diri untuk mencoba karena ingin seperti teman-temannya yang bisa menjawab pertanyaan dengan tepat. Especially, when I give them a sing to song,  they learn English with fun…

Finally, they do with pairs for making simple dialogues. Practice speaking. Know the opposite of some adjectives. It works. Alhamdulillah…


 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s