MADRASAH RAMADHAN

Gambar

Pengajian di mesjid Al Azhar pusat hari ini, Minggu, 12 August 2012 menyajikan tema tentang “Madrasah Ramadhan” . Madrasah sebagaimana kita ketahui memiliki arti adalah sekolah. Ramadhan sebagai bulan suci yang  cuma terjadi satu kali dalam satu tahun,  dapat memandu kita menjadi  hambaNya yang taqwa. Sebagaimana disebutkan dalam surah Al Baqarah (QS 2: 183) “Hai orang2 beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa,  sebagaimana diwajibkan atas orang2 sebelum kamu agar kamu bertaqwa

Menjadi seorang yang “taqwa”  tentulah tidak mudah, harus  membutuhkan dua  hal utama yakni  Kesungguhan (mujahadah)  &  proses  pelatihan (riyaqoh).  Bahwa manusia akan diliputi kehinaan di mana pun ia berada, kecuali ia mampu mensinergi  antara Habluminallah  (hubungannya dengan Allah) &  Habluminanas  (hubungannya dengan sesama manusia)

Demi meraih predikat “taqwa” maka dalam menjaga hubungan baik kita dengan Allah, kita wajib melakukan:

a)      shaum / berpuasa di siang hari ( sebagaimana di atas, disebutkan dalam QS 2: 183 ). Dalam hadist qudsi yang langsung disampaikan oleh Rasulullah SAW  bahwa Allah berfirman “ Puasa itu untuk-Ku &  Aku yang langsung membalasnya.” Beratnya seseorang berpuasa karena ia telah meninggalkan syahwat, makan, & minumnya karena Allah.

b)      Amalan sunnah seperti diantaranya shalat malam / qilamul lail, yang khususnya di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih, sedangkan di bulan2 lain kita melakukan shalat tahajjud

c)       Rutin membaca & mengkaji  Al Qur’an, karena Al Qur’an dapat menjadi syafa’at / penolong di hari akhir bagi mereka yang membacanya

d)      Mengisi waktu di 10 hari terakhirnya di bulan Ramadhan dengan I’tikaf di mesjid

Jangan sampai kita tidak melakukan I’tikaf karena di hari2 itulah puncak dari usaha ibadah  kita selama Ramadhan dengan Taqarrub kepada Allah Ta’ala secara berdiam di RumahNya sehingga kita bisa meraih Lailatul Qadr

Sedangkan, menjaga hubungan baik kita dengan sesama manusia berarti kita harus peduli terhadap sesama manusia dengan banyak memberi dengan ikhlas, baik itu melalui sedekah, infaq, & zakat, baik itu zakat fitrah maupun zakat mal.

Seseorang yang taqwa di mata Allah berarti tercermin dalam perilakunya se-hari2 seperti memiliki sifat yang rendah hati (tawadhu),  selalu bersyukur atas tiap apa yang Allah takdirkan padanya (qanaah), tidak silau terhadap duniawi terutama jika diberi kekayaan (warra ) & optimisakan masa depan karena yakin selalu akan ada pertolongan Allah di tiap kesulitan hidup.

Sekedar tambahan catatan, seorang yang sudah diberi Allah umur 40 tahun lebih hendaklah “tau diri” sehingga harus melakukan:

  • Banyak selalu memohon pada Allah & bersyukur atas kesempatan umur yang diberikan
  • Berbuat baik terhadap orang tua
  • Banyak berbuat amal shaleh / kebajikan
  • Mempersiapkan generasi yang akan dating karena banyaknya tantangan /godaan dunia
  • Sering bertaubat dengan taubatan nasuha
  • Tawakal selalu pada Allah SWT

Semoga kita senantiasa dituntun Allah menjadi hambaNya yang  ber”taqwa”  & tidak pernah  menyia-nyiakan umur yang diberikan, sehingga kita selamat dunia akherat, aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s