Hikmah Dari Pengemudi Online

As usual… aku menggunakan ojek online untuk rutinitas Sabtu sejak pagi sampai sore. Kadang Gojek, kadang Grab, kadang Uber… dan hari Sabtu kemarin aku memilih Uber.

For the first time of my life, sesaat setelah aku klik “book” maka keluar kalimat  “driver Anda punya masalah pendengaran…” Subhanallah…. Ternyata bukan cuma mengenal berbagai karakter pengemudi jika kita memakai kendaraan umum, namun juga kondisi lahiriah seperti yang Allah takdirkan kemarin. Takdir? Tentu saja… karena tidak ada yang kebetulan… semua sudah diatur oleh Allah SWT.

Meskipun kondisi tidak bisa mendengar namun sang pengemudi bisa membawa motornya dengan baik. Agar perasaanku lebih tenang, aku bantu menunjukkan jalan mana yang sebaiknya diambil, belok kanan atau kiri… atau lurus….. alhamdulillah selamat sampai tujuan….

Seseorang yang memiliki kekurangan fisik, seperti tuli misalnya… menurutku dia sedang “dalam penjagaan Allah”  karena dia tidak akan bisa mendengar kata-kata kotor maupun ucapan yang tidak disukai Allah. Pertanggung jawabannya di akherat pun tidak seberat orang-orang yang memiliki panca indera sempurna. Subhanallah….

Semoga sang pengemudi Uber itu betul-betul ikhlas dan sabar menerima takdirNya serta tetap selamanya berbaik sangka pada Sang Pencipta, agar menjadi ladang pahala dan calon penghuni syurgaNya, aamiin….

Late Post #Menoreh Sejarah Baru

Graduation for Gen 34 of SMP Bakti Mulya 400, Jakarta on June 12th 2021… Voila, there’s the first time we do the graduation by drive-thru. Pandemic has lots of rules for making graduation. On the other hand, the students feel so bored in their home and begging us not to graduation by online. It happened last year.

Tempat utama prosesi wisuda adalah tempat di mana dewan guru dan pimpinan berdiri ketika upacara bendera, depan lobby masuk SMP Bakti Mulya 400 Jakarta. Di situ berdiri walas yang akan bergantian sesuai dengan jadwal kelasnya, Kepala Sekolah, dan wakil dari yayasan. Jumlah seluruh siswa kelas 9 ada 61 dari 4 kelas. Kelasku adalah 9.2 dengan jumlah siswa terbanyak dibanding kelas 9 yang lain. Dimulai sejak pkl 07.3o dengan acara Pembukaan, alunan lagu Indonesia Raya dan Mars Bakti Mulya 400, lalu pembacaan doa, juga sambutan dari beberapa pimpinan. Kelas 9.1 sebagai peserta pertama diberikan giliran masuk mulai pkl 08.25, sedangkan kelas 9.2 yang berjumlah 21 siswa dimulai pkl 09.25. Dari kelasku 1 siswa tidak bisa hadir sesuai jadwal maka mau tidak mau menunggu sampai semua kelas selesai, pkl 11.30. Resiko dari mereka yang hadir terlambat… Semua sudah diatur rapi sesuai hasil rapat panitia termasuk jika ada anak yang terlambat…. Setelah selesai penyematan toga, setiap siswa menuju photo-booth untuk foto sendiri maupun bersama keluarga masing-masing. Tidak lupa, mereka akan menerima suvenir dari sekolah berupa guling yang diberi logo khusus. Hopefully, they’ll like the souvenirs…. 🙂

Hal yang paling membuatku haru adalah saat melihat satu per satu anakku melangkah masuk ke tempat utama dengan mengenakan jubah dan toga. The students look different … terlihat anggun dan cantik bagi anak putri dan gagah bagi anak putra. Membayangkan mereka saat masih kelas 7, Ma syaa Allah … time flies so fast … tidak terasa tiga tahun berlalu aku mendampingi mereka. Banyak kenangan … manis pahit … suka duka … terutama ketika pembelajaran masih normal berjalan sebelum pandemi … unforgettable ….

“SELAMAT WISUDA anak-anakku …. Semoga kalian semakin baik dan berpresatasi di jenjang pendidikan berikutnya … semoga kalian dimudahkan Allah meraih cita-cita dan sukses di masa depan, sebagai generasi bermanfaat bagi bangsa dan negara ini, aamiin ya Rabb …”

.

Cerita di Masa Lalu

Kegiatan pembelajaran “outdoor” yang berlangsung setiap tahun untuk kelas 8 antara lain melakukan bakti sosial ke desa dan sedikit banyak melibatkan siswa dengan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh penduduk desa yang dikunjungi. Jumlah siswa 58 anak didampingi oleh 9 orang guru, 1 orang TU plus 1 orang driver yang membawa mobil sekolah. “Youth Service Day” yang diadakan pada hari Rabu dan Kamis (30-31 Oktober 2019) ke salah satu desa di daerah Jonggol, Jawa Barat. Tepatny a di kampung Mekar Sari, Desa Tanjung Rasa, Cariu Jonggol, Bogor.

Karena tujuannya ke desa, maka para siswa ditemani oleh beberapa guru pendamping menggunakan dua bis kecil dan ditambah tronton untuk membawa berbagai perlengkapan , mulai dari sumbangan sembako dan pakaian alat pakai, beberapa buku untuk menambah invetaris di perpustakaan sekolah di sana, alat musik untuk menghibur penduduk di waktu malam, dan tentunya perlengkapan pribadi para siswa. Aku sendiri menggunakan mobil sekolah karena posisi sebagai bendahara yang pernah terlibat dalam tim survey sehingga harus berada lebih dulu dibanding rombongan. Perjalanan memakan waktu 2,5 jam karena agak macet di daerah Cibubur.

Sesampai rombongan di desa, sambutan luar biasa dari kepala desa maupun ustadz dan penduduk berupa iringan shalawat dari beberapa siswa SMP di sana. Semua rombongan menuju posko yang telah menyediakan hidangan es kelapa muda serta aneka makanan kecil seperti pisang dan bakwan goreng . Setelah semua beristirahat dan mengisi perut, maka kami pun menuju rumah masing-masing. Siswa dibagi menjadi 10 kelompok dan tiap kelompok didampingi oleh seorang guru bermalam di beberapa rumah penduduk yang ditunjuk. Aku mendapat rumah yang paling dekat dengan posko, milik anak perempuan ustadz yang kebetulan tinggal sendiri karena suaminya bertugas di Jakarta dan belum memiliki buah hati. Teteh yang cantik dan ramah, rumahnya pun sangat bersih dan cukup bagus di desa tersebut, alhamdulillah …..

Acara sudah diatur rapi oleh kami dan siswa wajib mengikuti aturan yang sudah kami terapkan. Sebelum kami semua melakukan kegiatan inti dengan kelompok masing-masing, kami shalat di mushalla dan makan siang. Menu kami yang menentukan dan alhamdulillah rasanya tidak mengecewakan. Kegiatan di siang hari yakni membuat keripik, anyaman, menjahit, memasak cireng maupun menggiling padi. Sore harinya, para siswa melakukan kegiatan persahabatan yakni bertanding sepak bola dengan siswa di sekolah desa. Tentu dengan “pesan khusus” jangan berambisi menang agar anak-anak di desa merasa senang dan kami memang sudah menyiapkan hadiah untuk mereka. Terakhir, kegiatan di malam hari adalah pertujukan seni yang diawali dengan tampilan Tari Saman, beberapa lomba yang diikuti mulai dari anak-anak SD sampai SMP seperti lomba adzan dan hafalan surat pendek. Sedangkan siswa kami menyiumbangkan lagu-lagu dan penyerahan hadiah. Sayangnya karena sosialisasi kurang dari kepala desa, tidak banyak penduduk desa yang menonton acara tersebut. Mungkin karena baru pertama kali desa tersebut menerima kunjungan yang disertai oleh aneka kegiatan dari kami. Acara berlangsung sekitar tiga jam, lalu semua diminta istirahat karena masih akan ada kegiatan lagi di esok hari.

Pagi hari diawali oleh shalat subuh berjamaah, senam bersama, sarapan, jalan-jalan mengunjungi SMP di sana yang kebetulan kondisinya dalam taraf membangun dan butuh bantuan. selain penyerahan bantuan, ada juga permainan persahabatan dan lagi-lagi pemberian hadiah bagi para siswa di sana. Setelah selesai, kami kembali ke posko untuk memberikan sembako kepada mereka yang membutuhkan. Mulai dari janda tua, anak yatim, sampai guru-guru di sana yang mendapatkan gaji per bulan jauh dari layak, Ma syaa Allah …. Setelah selesai, kami mandi dan bersiap-siap untuk pulang. Makan siang tidak lagi di desa, tapi aku sudah memesan makanan cepat saji yang dibagikan rte di salah satu mesjid di perbatasan antara Jonggol dan Cibubur. Jadi, semua makan siang setelah shalat dzuhur. Alhamdulillah… meskipun lelah, kami bersyukur karena acara dapat berjalan lancar dan tidak ada dari kami yang jatuh sakit. Sehat … bersyukur telah diberikan kesempatan berbuat kebajikan. Semoga berdampak baik bagi kehidupan kami, terutama menjadi bekal pembelajaran bagi para siswa …. 🙂

Teringat Dulu …

Kegiatan jalan-jalan terakhir bersama seluruh siswa kelas 8 dan beberapa rekan guru yang mengajar di kelas 8 di tahun 2020, sebelum dilarangnya pembelajaran di sekolah. Diadakan tepatnya pada tanggal 21 Januari 2020, kegiatan pembelajaran ke Kampung Budaya Sindang Barang, Bogor. Siswa akan belajar mengenali budaya tanah Pasundan alias Sunda melalui beberapa macam kesenian dan permainan tradisional. Dan berhubung lokasinya berada di tengah perkampungan dengan kondisi jalan yang sempit, maka bis yang membawa kami harus berhenti di suatu tempat saja. Kemudian kami semua beralih ke angkot.

Berangkat dari sekolah
Naik angkot
Masuk lokasi disambut oleh iringan angklung
Duduk bersama kelompok
Belajar main angklung
Belajar menari jaipongan
Lomba bakiak
Belajar silat

Dari kegiatan seharian tersebut, anak-anak diwajibkan untuk menuliskan pengalamannya, dikaitkan dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Alhamdulillah… semua menikmati hari itu 🙂

Kasih Sayang Allah Melaluimu …

Teringat tahun 2018 lalu… Belum genap seminggu aku kembali dari luar kota untuk kegiatan perkemahan bersama murid-murid kelas 7, aku kehilangan kesayanganku, Whity. Dia yang biasanya setelah makan malam, keluar sebentar kemudian pulang, aku tunggu sampai subuh, bahkan menjelang berangkat sekolah, tidak kembali! Begitu pun saat aku pulang sekolah, tidak ada sosoknya yang biasa menyambutku. Kupanggil namanya di tempat-tempat yang sering dia lewati, tidak ada! Mungkin Whity kesal ya … beberapa kali dalam jangka waktu yang tidak lama, dia bolak-balik aku titipkan ke Pet Shop langganan karena kesibukanku yang harus ke luar kota. Kecuali kepergianku ke luar negeri di bulan April 2018, aku titipkan Whity di rumah salah seorang muridku, Kayla. Ada supirnya yang telaten menjaga dan mengurusi kucingku, bahkan tidur bersama … Ma syaa Allah 🙂

Tiga hari, satu minggu, dua minggu, satu bulan… singkat cerita Whity tidak pernah kembali. Dan rasa kehilanganku ini diketahui oleh Kayla dan orang tuanya, yang akhirnya menawariku pengganti. Seekor anak kucing yang berumur tiga bulan yang katanya bernama Bolen. Warna bulunya tidak sebagus Whity tapi unik, white and silver. Badannya kecil rigkih, suaranya pun halus seperti tidak ada tenaga. Dikarenakan aku trauma kehilangan seperti Whity, maka untuk saat ini aku langsung pasang kandang di dalam agar kucing tidak ke luar rumah. Lengkap dengan tempat pasir untuk dia buang air, tentu …. Pak supir yang mengantar Bolen mengatakan, selama ini makanannnya basah dicampur kering sedikit. Baiklah, aku ikuti juga …. Alhamdulillah, menjelang akhir tahun 2018 aku punya teman baru yang bernama Bolen, yang In syaa Allah akan aku rawat sebaik mungkin.

Beberapa bulan berlalu, Bolen menunjukkan perkembangan. Seiring badannya yang membesar, suaranya pun sudah mulai terdengar. yang awalnya cuma meringkuk tidur dan duduk di pojok kandang, kini setiap hari sudah berani untuk bermain dan mendekati aku. Di bulan kesembilan, Bolen terkena flu, maka aku membawanya ke dokter di Pet Shop yang sama dengan Whity dulu. Dokter menyarankan aku untuk mengganti merk makanannya agar lebih sehat dan setelah mengenal makanan barunya, Bolen tidak mau lagi makanan basah. Ketika aku lapor ke dokter, tidak masalah menurut beliau. Bahkan makanan kering lebih berpengaruh baik untuk pertumbukan gigi.

Ketika tidur di atas sajadah
Ketika harus diopname
My lovable BOLEN

Kondisi badan Bolen lebih sering sakit dibandingkan Whity. Menurut Kayla, saudara kandungnya yang terpisah dan tetap tinggal di rumah asal, lebih sering sakit dan bahkan tidak panjang umur. Sembuh dari flu, Bolen terkena diare. Terakhir terkena diare yang cukup parah sampai harus diinfus dan dirawat saat umurnya menginjak dua tahun. Ada hal yang membuatku kaget saat dokter yang memeriksanya, mengatakan bahwa Bolen deperti ada kelainan di badannya. Tepatmya ginjal Bolen yang beda besanya. Hah?! Dikarenakan Pet Shop langganan tidak memiliki lab, ditambah tidak ada instruksi “urgent cek” maka aku biarkan saja. Sampai akhirnya di awal Januari 2021…. Bolen baru dua minggu lalu konsumsi antibiotika tapi ternyata jatuh sakit lagi, dokter langganan pun memintaku untuk cek darah. Pet Shop yang memiliki fasilitas lab ternyata lebih jauh dari tempat tinggalku, di sektor 5 Bintaro. Sedangkan Pet Shop langgananku berada di Sektor 3 Bintaro. Cek darah yang diikuti dengan usg ternyata hasilnya membuatku shock!

Berdasarkan hasil cek darah dan usg, ditegaskan bahwa penyakit Bolen selama ini dipengaruhi dari kondisi ginjal Bolen. Jadi, seperti kata dokter pertama…. ginjal Bolen besar sebelah dan kelainan ini adalah bawaannya dari lahir. Sulit dipercaya mengingat Bolen kini tumbuh besar, bahkan berat badannya di atas 4 kg dan sangat aktif meskipun sedang sakit. Penyakit ginjal tidak bisa sempurna sembuh tapi bisa dibantu untuk pengobatannya agar dia bisa bertahan dengan konsumsi suplemen dan makanan yang khusus unuk ginjal setiap hari. Innalillahi wa inna ialihi roo’jiuun…. Lemas aku rasanya, tapi mau bagaimana lagi? Qadarullah... aku diberikan amanah yang memiliki kelainan yang harus treatment seumur hidupnya, long life treatment.

Makanan khusus bagi penderita ginjal

Berulang kali kuingatkan diriku bahwa Allah tidak akan memberikan hambaNya cobaan yang melebihi dari batas kemampuan (QS 2 Al Baqarah ayat 286 ) Bismillah … aku terima semua takdirMu ini karena aku yakin selalu ada Allah bersamaku … Biaya yang tidak murah dengan penghasilanku sebagai guru …. Semoga rizqiku selalu tercukupi untuk bisa memenuhi kebutuhan perawatan dan pengobatan Bolen, aamiin ya Rabb… In syaa Allah ini semua adalah kasih sayang Allah kepadaku melalui seekor Bolen….

Vaksin, Solusi di Masa Pandemi?

Sebagaimana kita ketahui bersama, Covid-19 yang sudah ada sejak dua tahun lalu ini tidak bisa menyerang mereka yang memiliki imun tubuh yang baik. Bagi mereka yang terpapar pun, obat terbaiknya selain istirahat, cukup dengan mengkonsumsi aneka vitamin dan makanan bergizi. Kecuali tentunya mereka yang memiliki riwayat penyerta atau penyakit lain, seperti misalnta asma atau darah tinggi, tentu lain penanganannya, harus lebih serius!

Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak merugikan perekonomian negara, namun juga pendidikan anak bangsa. Ilmu yang disampaikan tidak bisa optimal. Belum lagi kendala internet. Belum lagi memotivasi siswa yang tidak didukung dari lingkungan rumahnya. Belum lagi kejujuran siswa saat mereka ujian. Ya Allah… pembelajaran terbaik memang siswa bersama gurunya di sekolah.

Tahun ajaran baru yang dimulai di bulan Juli nanti mengharuskan semua yang berada di lingkungan sekolah, terutama para guru dan siswa harus dalam kondisi “siap”. Keberadaan vaksin menjadikan tenaga pendidik sebagai peserta prioritas setelah para tenaga medis dan aparat TNI maupun kepolisian. Belakangan ada kebijakan lagi, tambahan peserta prioritas bagi manula. Dan kami pun mendapat jadwal vaksin bersama kelompok manula oleh para tenaga medis dari RS Siloam Jakarta Selatan. Lokasinya lumayan jauh tapi cukup strategis dan aku tau tempatnya, Lippo Mall Kemang. Jadwal yang awalnya sebelum Ramadhan ternyata mundur menjadi di awal Ramadhan untuk vaksin pertama dan tiga hari sebelum Idul Fitri untuk vaksin kedua. Yaa… ikuti saja demi tujuan kebaikan.

Adanya wacana tentang negatifnya vaksin, aku pasrah … laa hawla wa laa quwwata illa billah …. Yang pasti, selama negeri ini masih terlihat tinggi penyebaran virus maka tandanya belum aman dan masih harus menerapkan disiplin terhadap aturan protokol kesehatan. Imun badan kita yang harus terjaga jauh lebih baik daripada vaksin apa pun itu …

Ramadhan 2021 ….

Menikmati ibadah Ramadhan di tahun 2021 masih dalam masa pandemi Co-vid 19. Honestly … I do not like it, but I must do to take it! Tidak bisa leluasa mendatangi mesjid untuk ibadah, bahkan tidak semua mesjid bersedia menerima kunjungan umat untuk berbuka bersama dan i’tikaf, shalat dengan jumlah dibatasi plus aturan prokes … ya Rabb … serasa kemerdekaan direngut!!

Ujian sabar dan sabar atas semua yang terjadi saat ini seraya terus tafakur “Apalah dayaku? Aku ini hanyalah hamba, tidak punya kemampuan apa-apa untuk membuat kejadian sesuai keinginanku, ada yang lebih berwenang mengatur dan menghendaki semua ini terjadi … Sang Maha Kuasa, dan semua musibah pastilah dipicu oleh kesalahan dan dosa dari manusia sendiri…. (Q.S As Syura ayat 30) “

Ibadah Ramadhan seraya pembelajaran virtual bersama murid tentu menjadi catatan sejarah dalam dunia pendidikan . Perjuangan besar untuk memotivasi anak-anak bangun pagi agar mereka bisa hadir semua dalam Google Meet. Rutinitas wajib sebelum mereka belajar adalah tadarus bersama wali kelas. Alhamdulillah... sudah banyak anak yang mengalami kemajuan dalam mengaji. Meskipun tidak sebagus seorang qori atau santri, at least mereka mengetahui mana bacaan yang harus panjang pendek, harus dibunyikan dengung atau pantul … Ma syaa Allah, kegiatan tadarus paling membutuhkan keseriusan dan konsentrasi karena yang dibaca adalah ayat-ayat suci Al Qur’an. Aku memang membimbing mereka, tapi sebetulnya aku juga belajar mengingatkan diriku sendiri , jadi sama-sama belajar ….

Ramadhan barokah … banyak hari di mana aku tidak perlu memikirkan bagaimana aku berbuka karena rizqi itu ada, karena beberapa orang tua mengirimkan hidangan berbuka puasa untukku. Dan bisa kunikmati sampai sahur maupun berbagi dengan kerabat. Alhamdulillah … Bahkan ada seorang ibu yang sangat baik hati, tidak hanya mengirimkan makanan, tapi juga baju lebaran yang sangat cantik untukku. Padahal aku tidak ada mimpi untuk mengenakan baju baru saat Idul Firtri nanti. I am so grateful and thank to her, anyway … alhamdulillah …. 🙂

ANEKA RAGAM ROTI MANIS
ROTI CINNAMON
BOLU & KOPI
NASI TIMBEL LENGKAP
AREM-AREM AYAM
MPEK-MPEK & TEH SEREH
SERABI KINCA
LONTONG SAYUR & KAFTAN
PUDDING COKELAT
MOLEN PISANG & MUKENA
KURMA & SAJADAH

Kebijakan pemerintah yang melarang mudik karena alasan demi mencegahnya penyebaran covid-19 dari kluster keluarga membuat aku tidak bisa merayakan Idul Fitri di Bandung. Shalat Ied pun aku memilih sendiri di kamar, lalu mendengarkan khutbah Idul Fitri melalui speaker mushalla dekat rumah. Silaturrahmi hanya kepada beberapa kerabat yanga kuketahui mereka dalam kondisi sehat.

Beberapa hari sebelum Idul Fitri 1442 H, tepatnya pada 27 Ramadhan sejarah dunia menorehkan tinta merah karena adanya serangan mendadak zionis Israel terhadap rakyat Palestina yang sedang melakukan ibadah i’tikaf di Masjid Al Aqsa. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun … That’s the worst violation of human rights !!!

Rekaman Serangan Lanjutan Polisi Israel di Masjidil Aqsa : Okezone News
FOTO: Polisi Israel Bentrok dengan Warga di Masjid Al-Aqsa
Fakta Serangan Israel di Masjid Al Aqsa dan Protes NU Jatim

Serangan terhadap orang yang sedang beribadah, melukai dengan senapan berpeluru dan granat setrum secara sadar dan sengaja! Sebaliknya, rakyat Palestina hanya mampu membalas dengan lemparan batu! Subhanallah …. Pasukan zionis bersikeras ingin masuk dan menguasai rumah ibadah muslim, betul-betul keji!!! Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur adalah salah satu rumah ibadah yang memiliki arti penting dan situs suci bagi umat Islam. Selain karena sebagai kiblat pertama dan menjadi situs suci ketiga setelah Ka’bah di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, juga adanya kejadian Isra Mi’raj, sehingga “Masjid Al Aqsa wajib dilindungi” Tidak heran serangan tersebut tidak membuat rakyat Palestina mundur. Mereka memilih bertahan demi memperjuangkan kehormatan agama Islam. Mereka memilih terluka bahkan tidak masalah jika wafat karena itu tandanya SYAHID

Tidak semua orang bisa kembali kepada Allah dengan cara mulia yakni SYAHID dan orang Palestina menyadari itu. Mereka menyadari takdir berada di tempat yang penuh gejolak dan seumur hidupnya akan mengalami tekanan dari serbuan zionis Yahudi karena adanya perebutan tempat tinggal (sejarah sudah membuktikan bagaimana Israel selalu ingin mengambil bagian dari tanah yang diduduki oleh Palestina), tapi mereka bertahan dan rela mengorbankan jiwa raga demi kehormatan dan akhir hidup yang mulia.

Serangan Udara Israel ke Jalur Gaza Menyusul Bentrokan di Masjid Al-Aqsa  Halaman all - Kompas.com

Serangan lain dari zionis Yahudi yang juga jauh dari akal sehat dan peri kemanusiaan ketika serangan melalui roket ke arah pemukiman rakyat sipil di Gaza sehingga korban yang berjatuhan termasuk anak-anak. Ya Allah … zionis Yahudi menantang kekuatan doa dari orang muslim dan mereka yang tertindas!! Hadirnya tentara brigade Izzudin Al Qassam adalah salah satu jawaban doa kami karena mereka terkenal dengan kekuatan dan keberaniannya. Dengan adanya balasan serangan roket dari HAMAS ke Tel Aviv, ibukota Israel membuat situasi semakin memanas … entah berakhir kapan ….

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolonganNya bagi saudara-saudara kami di Palestina, aamiin ya Rabb…. Hasbunallah wani’mal wakil… Ni’mal mawla wani’man nashir ….

My Beloved Students

They’re one of my inspirations when the first time I wrote a book. The book “Menatap Langit Senja di Tower Bridge” has been published by Gramedia since one year ago. The students and I had a great journey abroad for several days in immersion and homestay program in 2018 💙

Not only we had an experience staying with host parents, but also we know about many things … such as the culture and character of the British, interesting places, blossoming trees and flowers in spring. Especially for my students, they got school activities and education at Hipperholme Grammar School, West Yorkshire, U.K.

Absolutely unforgettable!! Alhamdulillah…. 🤲😍🥰

Selalu Ada Harapan…

Teringat, hampir setahun lalu … tepatnya bulan Maret 2020 lalu, impianku memiliki buku alhamdulillah menjadi kenyataan. Buku berjudul “Menatap Langit Senja di Tower Bridge” terbitan Gramedia yang kutulis berdasarkan pengalaman nyata menemani siswa dalam program homestay to U.K. in 2018 sudah terpajang manis di tiap cabang toko buku Gramedia.

Masalahnya kini … kondisi Pandemi Covid-19 yang berimbas pada kebijakan PSBB membuat jarang sekali orang mau jalan ke toko maupun mall. Aku sendiri, sejak Maret tahun lalu, baru sekali pergi ke mall. Itu pun, karena ada keperluan mendesak terkait laptop. Sedangkan pergi ke supermarket untuk belanja bulanan, tak lagi kulakukan sejak Ramadhan tahun lalu sampai kini. Mendengar yang terpapar semakin banyak membuat diri semakin waspada. Keperluan yang tidak bisa dilakukan dengan online, aku ke tempat yang dekat rumah dan memperhatikan waktu yang tidak banyak orang di sana. Betul-betul berusaha keras untuk melindungi diri sendiri. Lantas, bagaimana dengan nasib bukuku di toko Gramedia ? Pemasaran yang sepi membuatku sedih …

Siang ini aku mendapat WA dari salah satu editor yang selama ini menangani bukuku. Mbak Fia, namanya. Beliau menawariku untuk memasarkan bukuku secara POD. Artinya, jika ada yang ingin memiliki versi cetak dari bukuku, pembelian dilakukan di platform. Hal tersebut karena cetak massal untuk buku tidak bisa masif di masa pandemi. Baiklah, why not? Semangat yang mulai redup kini kembali menyala. Aku yakin, pastilah Sang Pemilik Kehidupan akan menyertaiku dan menolongku selalu… kesuksesan memang tidak mudah tapi aku akan hadapi tiap anak tangga untuk bisa menanjak ke arah yang kutuju… “Don’t forget; beautiful sunsets needs cloudy skies.” – Paulo Coelho

2021, Tahun Belajar

Setiap orang pasti punya keinginan untuk maju. Seorang guru yang tugas utamanya mendidik dan mengajar, bukan berarti berhenti belajar atau tidak mau lagi belajar. Terlebih di masa sekarang, pengaruh dari adanya Pandemi Covid-19, yang membuat proses belajar daring, terutama kami yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Sejak bulan Maret 2020, kami tidak bisa lagi merasakan suasana kelas dengan aneka ragam karakter siswa karena terkait aturan PSBB. Untunglah ada fasilitas internet… baik saat belajar, tadarus bersama setiap sebelum pembelajaran sampai ujian. Dan agar tidak membosankan siswa, guru harus memiliki kemampuan dalam menampilkan materi secara bervariasi.

Kami berusaha terus … melalui google classroom, quizizz, youtube, exam-view … namun tetap saja masih ada siswa yang responnya tidak sesuai yang kami harapkan. Ada yang karena belum paham namun tidak mau jujur, ada yang memang tidak peduli karena tidak menyukai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Parahnya lagi jika orang tua tidak semua support. Alasannya ortu yang sibuk kerja, ada ortu yang lebih senang jika anak mreka tidak belajar di rumah Dimaklumi…. 🙂

Lama kelamaan aku pribadi berfikir, jangan-jangan siswa yang tidak bisa merespon dengan baik, karena cara komunikasi yang belum tepat. Butuh ilmu lagi… belajar Public Speaking. Alhamdulillah, kesempatan belajar ada melalui Zoom Meeting yang diatur oleh Om Jay. Ada beberapa pembicara, namun aku mengikuti “Public Speaking for Teacher” oleh Pak Dedi Dwitagama (Selasa, 26 Januari 2021) dan Pak Agus Sampurno (Kamis, 28 Januari 2021)

Alhamdulillah… bersyukur untuk setiap kesempatan yang diberikan Allah dan berharap semua ilmu maupun pengalaman para pembicara bisa menjadi bekal kami saat berhadapan dengan siswa. Semoga ikhtiar kami untuk belajar ini berhasil membuat hasil pembelajaran lebih baik lagi, aamiin…

Menimba Ilmu “Dahsyatnya Kekuatan Public Speaking”

Alhamdulillah… bersyukur selalu dengan adanya kesempatan untuk menimba ilmu karena merasa diri ini “belum pandai”. Meskipun waktunya cukup malam, mulai dari pukul 19.00 -21.00, namun tidak mengurangi semangat karena selain materinya cukup penting, juga nara sumbernya yang capable and outstanding, Pak Dedi Dwitagama. Saya mengenal beliau sejak lama, sejak belasan tahun lalu dan beliau sebagai motivator dan guru saya dalam “menulis” Beliau yang membuat saya ingin menulis dan menjadi penulis, baik melalui blog maupun buku.

Hari Selasa ini (26/1/2021) ilmu yang diberikan oleh Pak Dedi bukan menulis, melainkan kemampuan guru “berbicara”. Bukan berarti jika kita sudah punya profesi guru, kita otomatis “pandai bicara” Jujur… ketika melihat ekspresi siswa tidak atau susah paham materi yang disampaikan, bahkan tidak tertarik dengan apa yang disampaikan … seharusnya itu warning, “apa ada yang salah dengan cara bicara kita sebagai guru?”

Pak Dedi mengawali dengan contoh tentang seorang guru yang ditunjuk menjadi pembina upacara. Tidak semua guru bersedia menjadi pembina upacara. Hal itu memang nyata … beberapa teman seperti itu namun alhamdulillah, so far saya tidak pernah mundur saat ditugasi menjadi pembina upacara, meskipun saya belum bisa menampilkan yang terbaik.

Menurut Pak Dedi, tips untuk menjadi pembicara yang sukses haruslah diawali dengan hati kita yang happy. It means .. the mood is related to performance 🙂 Kemudian tentunya preparation sebagaimana layaknya seorang guru akan memberikan materi di kelas. Jaman now, banyak kemudahan untuk mengakses sumber materi, lalu kita baca dan kuasai materinya. Kondisi tiap orang saat harus berbicara di muka umum tentu tidak sama. Jika merasa diri masih belum ahli, tentu butuh latihan. Salah satu caranya dengan membuat slide terlebih dahulu agar apa yang kita sampaikan tepat sasaran. Juga hal lain yang perlu diperhatikan adalah the audience. Membuat orang-orang di hadapan kita tertarik untuk terus mendengarkan kita harus diketahui dulu apa minat mereka dan gaya kita saat berbicara. Jika di depan kita anak remaja, kurang tepat jika kita menggunakan bahasa yang formal. Agar lebih menguasai medan, ketika kita akan menjadi seorang pembicara, usahakan datang lebih cepat dari waktunya dan berusaha rileks jika saatnya tiba. Be confident and be yourself .

Manfaat kita menguasai public speaking sangat banyak, antara lain meningkatkan kemampuan belajar dan rasa percaya diri, membuka kesempatan untuk berkembang, memperluas jaringan, dapat mempengaruhi orang lain, dan terutama lagi “memberi manfaat bagi orang banyak” Seorang Pak Dedi Dwitagama yang memiliki kemampuan sebagai seorang public speaker merasakan lebih banyak lagi manfaatnya yakni bisa berkeliling dunia dan berkelimpahan uang. Subhanallah.

Finally, the point of this training is menjadi seorang public speaker yang berhasil harus memiliki kemampuan dalam memilih tema dan menyampaikannya pada kondisi tertentu, termasuk memperhatikan penampilan saat di depan umum. Tidak putus asa dalam berlatih… karena kuncinya PRACTICE MAKES PERFECT.